Antrean Solar Hambat Distribusi Logistik, Ancam Inflasi

celebesmedia.id
5 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Antrean panjang kendaraan angkutan barang untuk mendapatkan solar di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan dinilai mulai mengganggu rantai distribusi logistik.

Pelaku usaha menyebut kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan pengiriman barang, menurunkan produktivitas armada, hingga berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran.

Dewan Pembina Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sulselbar, Syaifuddin Ipho, mengatakan antrean solar yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir membuat waktu distribusi barang menjadi lebih lama.

"Ya, ini mempengaruhi waktu distribusi karena harus menunggu antrean pengisian BBM," kata Syaifuddin kepada CELEBESMEDIA.ID, Senin (13/7) siang.

Menurutnya, hampir seluruh truk yang melayani distribusi barang antardaerah menggunakan solar sebagai bahan bakar utama.

Dalam kondisi saat ini, para sopir bahkan harus menghabiskan waktu hingga lima jam hanya untuk memperoleh solar di SPBU.

"Hampir semua truk distribusi lintas daerah pakai solar. Bahkan harus menunggu lima jam untuk mengisi BBM," ujarnya.

Ia menjelaskan, dampak yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan perusahaan logistik, tetapi juga sopir angkutan barang.

Keterlambatan pengisian solar membuat jadwal distribusi terganggu, jumlah perjalanan atau ritase armada berkurang, sehingga pendapatan sopir ikut menurun.

"Banyak dampaknya. Pertama, keterlambatan pendistribusian barang. Kedua, ritase mobil berkurang dan ketiga berdampak kepada sopir karena pendapatannya ikut berkurang," jelasnya.

Syaifuddin menambahkan, apabila persoalan tersebut terus berlanjut, dampaknya dapat meluas terhadap perekonomian.

Distribusi barang yang terhambat berpotensi mengurangi pasokan di pasar dan pada akhirnya memicu tekanan terhadap harga kebutuhan pokok.

"Selain itu juga bisa berdampak inflasi karena barang berkurang," katanya.

Menurut Syaifuddin, persoalan antrean solar sudah berlangsung cukup lama dan kini menjadi beban berat bagi sektor logistik yang mengandalkan kelancaran distribusi barang untuk menjaga rantai pasok.

"Banyak dampaknya dan ini sudah cukup lama. Ini menjadi beban besar bagi dunia distribusi logistik," ujarnya.

Hingga kini, lanjut dia, pelaku usaha belum memperoleh kepastian mengenai akar persoalan yang menyebabkan antrean solar terus terjadi.

Karena itu, ia berharap pemerintah bersama PT Pertamina Patra Niaga dan pihak terkait segera menemukan solusi agar distribusi BBM kembali normal.

"Kita sampai sekarang tidak tahu di mana benang merahnya ini masalah agar bisa diselesaikan," tutupnya.

Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan pengangkut logistik terjadi di sejumlah SPBU di Kota Makassar maupun di jalur Trans Sulawesi.

Deretan truk, bus, dan mobil boks yang menunggu pengisian solar bahkan sempat memicu kemacetan di beberapa ruas jalan.

Pelaku usaha berharap persoalan ini segera diatasi agar aktivitas distribusi barang tidak semakin terganggu dan dampaknya terhadap perekonomian daerah dapat diminimalkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Veda Ega Pratama Gusur Hakim Danish di Klasemen Pebalap, Tunjukkan Mental Pantang Menyerah pada Moto3 Jerman 2026
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Komisi Kejaksaan: Kasus Bekas Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap Celah Pengawasan Internal Kejagung
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Kekurangan Tidur Bisa Berdampak pada Sistem Tubuh Ini
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kasus Febrie Adriansyah Belum Diambil Alih KPK, Ini Alasannya!
• 3 jam laluokezone.com
thumb
BMKG Pantau Siklon Tropis Haishen, Ini Dampaknya bagi Cuaca Indonesia
• 1 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.