Blitar (beritajatim.com) — Perhelatan akbar Bazar Blitar Djadoel 2026 resmi ditutup dengan capaian yang fantastis. Bertempat di Alun-Alun Kota Blitar, acara penutupan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin, berlangsung sangat meriah dan dipadati ribuan warga.
Selama lima hari pelaksanaannya, event tahunan ini tidak hanya sukses menjadi ruang pelestarian sejarah dan budaya, tetapi juga terbukti ampuh menggerakkan roda perekonomian daerah. Tercatat, omzet yang dihasilkan dari perputaran uang selama bazar berlangsung menembus angka fantastis, yakni hampir Rp10 miliar.
Malam puncak penutupan dimeriahkan oleh deretan penampilan memukau dari Shinta Arsinta, Celina Kiki, dan Deblong Music. Turut hadir memeriahkan acara Ketua DPRD Kota Blitar, jajaran Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga para sponsor.
Dalam sambutannya, Wali Kota Mas Ibin mengaku sangat bangga dan terkesan dengan antusiasme masyarakat yang dinilainya jauh melebihi ekspektasi.
“Bazar Blitar Djadoel tahun ini terasa sangat istimewa dan luar biasa. Pengunjung membludak setiap hari, dan Alun-Alun Kota Blitar hampir tidak pernah sepi dari lautan manusia yang ingin melepas rindu dengan suasana tempo dulu. Inilah bukti nyata bahwa Blitar semakin ramai, semakin hidup, dan semakin menarik sebagai tujuan wisata berbasis sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif,” ujar Mas Ibin.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto, memaparkan bahwa Bazar Blitar Djadoel 2026 dirancang khusus dengan mengangkat linimasa sejarah Kota Blitar, mulai dari masa kerajaan hingga era pascakemerdekaan.
Antusiasme pengunjung yang tinggi tercermin dari data rata-rata kunjungan harian yang mencapai 12.000 orang sejak sore hingga malam hari. Tingginya animo ini berbanding lurus dengan dampak ekonomi nyata yang dirasakan masyarakat kelas bawah hingga menengah.
“Penyelenggaraan bazar ini juga sukses memberikan multiplier effect bagi lapangan kerja dengan menyerap 1.143 tenaga kerja, mulai dari petugas stan, tenaga kebersihan, keamanan, hingga elemen pendukung lainnya,” jelas Parminto.
Event ini menjadi ajang unjuk gigi bagi 535 peserta yang terdiri dari:
- instansi vertikal dan OPD Pemkot Blitar;
- pelaku UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM);
- para pengrajin batik lokal; serta
- Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Asosiasi Blitar Djadoel.
Beragam kegiatan pun disuguhkan sebagai daya tarik, mulai dari wisata kuliner khas tempo dulu, panggung hiburan rakyat, wahana permainan anak, hingga aktivitas interaktif seperti lomba mewarnai, peragaan busana, fotografi, dan parade band.
“Ini adalah wujud komitmen Pemerintah Kota Blitar dalam mendukung pengembangan IKM, meningkatkan transaksi ekonomi, serta memperluas akses pemasaran UMKM, sekaligus melestarikan budaya sebagai identitas kebanggaan kota,” tambah Parminto.
Di penghujung acara, Mas Ibin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, aparat keamanan, pelaku UMKM, pegiat seni budaya, sponsor, serta masyarakat luas yang telah menjaga ketertiban dan kebersihan selama acara berlangsung.
Meski dinilai sangat sukses, Wali Kota memastikan akan tetap melakukan evaluasi menyeluruh. Ia memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan tahun ini. “Semua evaluasi akan menjadi bahan perbaikan agar tahun depan lebih tertata dan berkualitas,” tegasnya.
Pemerintah Kota Blitar memastikan Bazar Blitar Djadoel akan kembali menyapa masyarakat pada tahun 2027 dengan konsep yang lebih segar dan matang. Mas Ibin berharap semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya yang tumbuh selama sepekan terakhir dapat bertransformasi menjadi energi positif untuk membangun Kota Blitar yang jauh lebih maju. (owi/kun)




