HARIAN. FAJAR.CO.ID, INDRAMAYU –– Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut yang melibatkan tiga kendaraan di Jalur Pantai Utara (Pantura), tepatnya di wilayah Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terus bertambah. Hingga Minggu (12/7), korban tewas tercatat mencapai 12 orang setelah sembilan korban yang sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu AKP Undang Syarif mengatakan, awalnya terdapat tiga korban yang meninggal di lokasi kejadian. Namun, kondisi sejumlah korban luka yang kritis membuat angka korban jiwa terus bertambah.
“Awalnya di lokasi kejadian ada tiga orang meninggal dunia. Seiring penanganan medis, korban yang dirawat di rumah sakit bertambah meninggal sehingga total korban meninggal menjadi 12 orang,” ujar Undang Syarif, dikutip dari Antara.
Undang menjelaskan, kecelakaan bermula saat mobil bak terbuka Daihatsu Gran Max yang mengangkut rombongan usai menghadiri acara pernikahan melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan tersebut hendak memutar arah.
Namun, ketika melakukan manuver putar balik, Gran Max tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh sebuah truk Hino wing box yang melaju searah.
“Ketika kembali dari tempat pernikahan, kendaraan akan memutar arah, kemudian tertabrak dari belakang oleh kendaraan wing box,” jelasnya.
Benturan keras membuat mobil bak terbuka terdorong ke jalur berlawanan hingga kembali menghantam sebuah truk Hino losbak yang datang dari arah berlawanan.
“Setelah terdorong ke depan, dari arah berlawanan datang kendaraan truk sehingga terjadi kecelakaan,” tambah Undang.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu Ipda Masnan mengungkapkan, kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan, yakni Daihatsu Gran Max, truk Hino wing box, dan truk Hino losbak.
Menurutnya, Gran Max yang dikemudikan Warkidi sempat berhenti di lajur kanan saat hendak berputar arah. Pada saat bersamaan, truk wing box yang berada di belakang tidak mampu menghindari tabrakan hingga menghantam bagian belakang kendaraan tersebut.
Akibat benturan itu, Gran Max terpental ke depan dan masuk ke jalur berlawanan sebelum akhirnya bertabrakan dengan truk Hino losbak.
Mobil bak terbuka tersebut diketahui mengangkut 17 penumpang serta seorang pengemudi. Warkidi, yang mengemudikan kendaraan, sempat mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya meninggal dunia.
“Jumlah penumpang ada 17 orang ditambah satu sopir. Sopir Gran Max juga meninggal dunia,” kata Undang.
Berdasarkan data kepolisian, delapan korban meninggal dunia dirawat di RS Bhayangkara, sedangkan empat korban lainnya meninggal di RS Mitra Plumbon Widasari.
Sementara itu, enam korban lainnya masih menjalani perawatan intensif akibat luka-luka yang diderita.
Adapun identitas korban meninggal dunia yakni Yunah, Mohamad Ikbal, Karsnih, Sawen, Sinta, Ayu, Sanerah, Idah, Riyantoni, Atsal Albara, Warkidi, dan Tamara.
Sedangkan korban yang mengalami luka-luka masing-masing Bayu, Jessica, Wandi, Olivia, Komala, dan Sabah.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk mendalami faktor kelalaian maupun kondisi kendaraan yang terlibat dalam insiden maut tersebut.





