BNPB: Kebakaran Lahan Akibat Erupsi Gunung Karangetang Padam

metrotvnews.com
22 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Erupsi Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro, Provinsi Sulawesi Utara, memicu kebakaran ilalang di puncak, pada Minggu, 12 Juli 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan api kebakaran lahan di puncak Gunung Karangetang telah padam. 

"Pada Senin pagi, 13 Juli, BPBD Kabupaten Sitaro melaporkan kebakaran ilalang di puncak gunung sudah padam dan dapat dikendalikan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi, Senin, 13 Juli 2026. 

Abdul menerangkan, berdasarkan keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, erupsi ini diawali dengan erupsi bertipe strombolian (eksplosif lemah) setinggi sekitar 100 meter diikuti suara dentuman, lontaran material pijar jatuh di sekitar kawah.

Visual Gunungapi Karangetang pada Senin (13/7) pukul 00:35 Wita. (Sumber foto: PVMBG)

Selanjutnya, diikuti erupsi efusif berupa aliran lava ke arah utara sejauh sekitar 1.000 meter dari Kawah Utara, 400 meter ke barat-barat daya dan ke arah selatan sejauh sekitar 1.000 meter dari Kawah Utara. 

Saat ini, personel BPBD Kabupaten Sitaro tetap siaga memantau dinamika alam dan cuaca untuk meminimalkan potensi karhutla akibat erupsi Gunung Karangetang. Pemerintah daerah setempat juga telah mengeluarkan surat imbauan kepada warga agar tetap waspada dengan dinamika alam yang mungkin terjadi.

"Kendati demikian, aktivitas harian masyarakat pagi ini dilaporkan berjalan dengan normal," ucap dia. Rekomendasi untuk Masyarakat Abdul mengatakan sejumlah hal perlu diwaspadai, antara lain potensi bahaya berupa erupsi magmatik serta guguran awan panas yang meluncur mengarah ke lembah-lembah dari pusat erupsi Kawah Utara atau Kawah Selatan.

Dia menyebut, Gunung Karangetang juga memiliki potensi erupsi efusif dengan ciri khasnya yang perlu diwaspadai yaitu kubah lava/lava keluar dan meluncur ke lembah-lembah.

Atas kejadian erupsi Gunung Karangetang, BNPB mengimbau masyarakat di sekitar wilayah Kawasan Rawan Bencana untuk mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh otoritas terkait.

Baca Juga :

Gunung Karangetang Erupsi, BPBD Imbau Warga Sekitar Aliran Kali Waspada
Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (Selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2,5 km.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Waspadai pula guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Main ponsel penyebab truk angkut alat berat tersangkut di JPO Tendean
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Ortu Siswa Disabilitas di Tangsel Terbantu Bus Sekolah Gratis, Hemat hingga Rp150 Ribu
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pendaftaran Magang Nasional 2026 Besok, Cek Data PDDikti agar Status Kelulusan Eligible
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Penampakan Rumah Mbah Lanjarsari yang Tanahnya Terancam Disita Bank karena Mafia
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Pasangan di Jogja Bisa Resepsi Modern-Intimate di Hotel Mulai Rp9 Jutaan
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.