Sedikitnya 10 orang tewas dalam saling serang antara Rusia dan Ukraina pada Senin (13/7). Serangan terjadi saat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dijadwalkan bertemu para pemimpin negara sekutu di Paris untuk membahas upaya mengakhiri perang.
Dilansir AFP, pejabat Rusia mengatakan serangan drone Ukraina menewaskan empat orang. Tiga korban tewas berada di kawasan Istra, luar Moskow, sementara satu korban lainnya merupakan seorang perempuan di wilayah perbatasan Belgorod.
Gubernur Wilayah Moskow Andrey Vorobyov mengatakan pertahanan udara Rusia menembak jatuh 81 drone yang mengarah ke wilayah sekitar ibu kota.
"Di permukiman Pionersky, Istra, tiga orang tewas dan tiga lainnya terluka akibat jatuhnya sebuah drone," kata Vorobyov.
Ia menambahkan dua orang lainnya terluka di lokasi berbeda di wilayah Moskow. Serangan juga dilaporkan menyasar wilayah Stavropol di Rusia selatan.
Di pihak Ukraina, sedikitnya enam orang tewas akibat serangan Rusia. Tiga di antaranya merupakan awak kapal kargo sipil berbendera Togo yang sedang membongkar pupuk mineral saat diserang.
"Rusia menyerang kapal dagang sipil berbendera Togo ketika sedang membongkar pupuk mineral," kata Menteri Pembangunan Masyarakat dan Wilayah Ukraina Oleksii Kuleba.
Dua warga sipil lainnya tewas akibat serangan drone Rusia di Zaporizhzhia, sementara satu korban dilaporkan meninggal di wilayah Kherson, menurut pejabat setempat.
Serangan terbaru ini terjadi menjelang pertemuan Zelensky dengan pemimpin Prancis, Inggris, dan Jerman dalam forum Coalition of the Willing di Paris untuk membahas dukungan terhadap Ukraina dan upaya mendorong Rusia mengakhiri perang.
Namun Kremlin mengecam pertemuan tersebut. Juru bicara Kremlin menyebut forum itu sebagai "koalisi orang-orang yang sesat dan para penghasut perang."
Upaya diplomatik yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina juga dilaporkan masih menemui jalan buntu dalam beberapa bulan terakhir.





