5 Kabupaten di Sumsel Masuk Zona Merah Karhutla, PALI Catat Kasus Terbanyak

metrotvnews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Palembang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan menyebutkan lima kabupaten berstatus zona merah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena mencatat lebih dari 30 kejadian hingga pertengahan Juli 2026. Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan Banyuasin menjadi daerah terbaru yang masuk kategori zona merah setelah jumlah kejadian karhutla meningkat menjadi 37 kasus.

"Lima daerah yang kini berstatus zona merah adalah PALI, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Muara Enim. Seluruhnya telah mencatat lebih dari 30 kejadian karhutla," kata Sudirman di Palembang, Senin, 13 Juli 2026, melansir Antara.

Berdasarkan data BPBD Sumsel, PALI menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 57 kejadian, disusul Musi Banyuasin 49 kejadian, Ogan Ilir 42 kejadian, Banyuasin 37 kejadian, dan Muara Enim 33 kejadian.

Petugas Manggala Agni sedang memadamkan kebakaran di Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Sumsel. ANRTARA/HO-Manggala Agni

Selain zona merah, BPBD juga mengelompokkan sejumlah daerah ke dalam zona oranye atau wilayah dengan 15 hingga 30 kejadian. Daerah tersebut meliputi OKU dengan 19 kejadian, Kota Palembang 18 kejadian, serta OKI dan Muratara masing-masing 17 kejadian.

Sementara itu, wilayah yang masuk zona kuning atau memiliki 1 hingga 15 kejadian terdiri atas Musi Rawas delapan kejadian, Prabumulih delapan kejadian, OKU Timur tujuh kejadian, Lahat lima kejadian, Lubuklinggau dua kejadian, dan OKU Selatan satu kejadian.

"Adapun Kota Pagar Alam dan Kabupaten Empat Lawang masih berstatus zona hijau karena belum terdapat laporan kejadian karhutla," jelas dia.

Baca Juga :

BNPB: Kebakaran Lahan Akibat Erupsi Gunung Karangetang Padam
BPBD Sumsel juga mencatat sebanyak 321 kejadian karhutla terjadi di wilayah tersebut sepanjang 1 Januari hingga 11 Juli 2026. Jumlah itu diperkirakan masih berpotensi bertambah seiring berlangsungnya musim kemarau.

Berdasarkan analisis citra satelit Sipongi, luas lahan yang terbakar di Sumatra Selatan selama Januari hingga Mei 2026 mencapai 305,39 hektare. Sudirman mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Isabel Haugseng, Pacar Erling Haaland yang Cantik Paripurna, Ternyata Mantan Pesepak Bola
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Kasus dr Icha pengingat pentingnya perlindungan nakes dari intimidasi
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Kejagung Sebut Eks Jampidsus Febrie Masih di Indonesia Bantah Pergi Umrah
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pengakuan Sopir Truk Angkut Crane Tabrak JPO Tendean: Fokus Lihat Maps
• 6 jam laludetik.com
thumb
PTSD Pascamelahirkan Pengaruhi Aktivitas Otak Ibu Kenali Kebutuhan Bayi
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.