Trump Kumpulkan Perusahaan Data Center, Cegah AI Bikin Tagihan Listrik Naik

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Pemerintahan Donald Trump berencana mengumpulkan perusahaan listrik dan pengembang data center untuk memperluas komitmen sukarela yang bertujuan mencegah lonjakan kebutuhan energi akibat kecerdasan buatan atau AI membuat tagihan listrik rumah tangga dan bisnis naik.

Dikutip dari Reuters, berdasarkan keterangan tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut, Gedung Putih berencana mempertemukan perusahaan utilitas listrik dan pengembang data center lewat acara yang akan digelar dalam beberapa pekan mendatang.

Pertemuan itu bertujuan memperluas dukungan terhadap Ratepayer Protection Pledge atau komitmen perlindungan konsumen listrik. Pemerintah Amerika Serikat ingin memastikan pertumbuhan pesat kebutuhan listrik untuk infrastruktur AI tidak membebani rumah tangga dan bisnis dengan tagihan listrik yang lebih mahal.

Rencana tersebut merupakan kelanjutan dari Ratepayer Protection Pledge yang diluncurkan Presiden AS Donald Trump pada Maret.

Berdasarkan keterangan resmi Gedung Putih, tujuh perusahaan teknologi telah menerima ketentuan dalam komitmen itu, yakni Amazon, Google, Meta, Microsoft, OpenAI, Oracle, dan xAI.

Melalui komitmen tersebut, perusahaan teknologi harus membangun, menyediakan, atau membeli pasokan listrik baru yang dibutuhkan untuk memenuhi peningkatan konsumsi energi mereka. Perusahaan juga harus menanggung seluruh biaya sumber daya listrik tersebut.

Selain itu, perusahaan diwajibkan membayar peningkatan infrastruktur penyaluran listrik yang dibutuhkan untuk melayani data center. Kebijakan ini bertujuan memastikan biaya pembangunan dan peningkatan jaringan listrik tidak dibebankan kepada rumah tangga biasa.

Perusahaan juga berkomitmen tetap membayar kapasitas listrik yang telah mereka pesan meskipun tidak seluruhnya digunakan. Langkah ini ditujukan untuk mencegah konsumen lain menanggung biaya infrastruktur yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan data center.

Gedung Putih disebut ingin memperluas keterlibatan dalam komitmen tersebut. Acara yang direncanakan dalam beberapa pekan mendatang berpotensi melibatkan perusahaan listrik, operator data center, serta gubernur dari negara bagian yang tengah mendorong pembangunan infrastruktur energi berskala besar.

Rencana itu muncul ketika pesatnya pembangunan data center AI meningkatkan kebutuhan listrik di Amerika Serikat. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran regulator dan anggota parlemen bahwa rumah tangga dapat ikut menanggung biaya pembangunan infrastruktur jaringan listrik untuk memenuhi kebutuhan perusahaan teknologi.

Pemerintahan Trump menilai pembangunan infrastruktur energi dan AI penting untuk memenangkan persaingan teknologi global. Namun, pemerintah juga menghadapi tantangan untuk memastikan ekspansi data center tidak menyebabkan kenaikan biaya listrik bagi masyarakat.

Dalam dokumen resmi Ratepayer Protection Pledge, Gedung Putih menyatakan perusahaan teknologi harus membayar biaya infrastruktur listrik baru yang diperlukan data center.

“Perusahaan akan membayar seluruh peningkatan infrastruktur penyaluran listrik baru yang diperlukan untuk melayani data center mereka,” demikian keterangan Gedung Putih dalam dokumen Ratepayer Protection Pledge.

Gedung Putih menyatakan kebijakan itu dirancang agar biaya peningkatan jaringan listrik tidak dialihkan kepada rumah tangga biasa.

Pemerintah AS juga menilai perusahaan AI dapat meningkatkan pasokan energi. Perusahaan yang membangun kapasitas listrik tambahan berpotensi memasok kelebihan energi kembali ke jaringan listrik.

Ledakan pembangunan data center AI memang menjadi tantangan baru bagi sistem kelistrikan Amerika Serikat. Infrastruktur AI membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar untuk mengoperasikan server dan cip komputasi.

Pemerintah AS kini berupaya menyeimbangkan ambisi memenangkan perlombaan AI global dengan perlindungan terhadap konsumen dari potensi kenaikan harga listrik.

Melalui perluasan Ratepayer Protection Pledge, Gedung Putih ingin memastikan biaya ekspansi infrastruktur AI dan data center ditanggung oleh perusahaan yang membutuhkan tambahan energi, bukan dialihkan kepada rumah tangga dan bisnis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Sekadar Membatik, Perajin Yogyakarta Dibekali Sertifikasi untuk Tingkatkan Kepercayaan Pasar
• 17 jam laluberitajatim.com
thumb
Bareskrim Tangkap 12 Anggota Sindikat Pencuri Modul BTS, Kerugian Ditaksir Rp60 Miliar
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
AHY Wanti-Wanti Jakarta Paling Terdampak Air Laut Naik dan Penurunan Tanah
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Ukraina dan Sembilan Negara Eropa Bentuk Koalisi Pertahanan Rudal Balistik
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
4.000-an pengungsi Afghanistan kembali ke Tanah Air dalam sehari
• 20 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.