Pantau - Pengamat pertanian dari Center of Reform on Economics (CORE) Eliza Mardian mengusulkan pembentukan platform digital terintegrasi yang menghubungkan petani, kebun, pabrik pengolahan, dan eksportir guna meningkatkan daya saing ekspor minyak sawit Indonesia sekaligus memenuhi standar keberlanjutan pasar global.
Platform Digital Dinilai Jadi Solusi Ekspor BerkelanjutanEliza mengatakan platform tersebut perlu diintegrasikan dengan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) serta menyediakan layanan onboarding gratis atau bersubsidi bagi petani kecil.
“Integrasikan dengan ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil), serta sediakan onboarding gratis atau bersubsidi bagi smallholder. Ini adalah game changer untuk memenuhi EUDR (aturan anti deforestasi Uni Eropa) dan standar pembeli lain sekaligus membuka peluang memperoleh premium price," ungkap Eliza.
Menurutnya, platform digital akan mempermudah sistem ketertelusuran (traceability) rantai pasok sehingga petani kecil lebih mudah memenuhi persyaratan keberlanjutan yang diterapkan negara tujuan ekspor.
Eliza menilai meski membutuhkan investasi awal yang besar, manfaat jangka panjangnya akan memperkuat daya saing produk perkebunan Indonesia di pasar internasional.
Ia juga mengusulkan percepatan program peremajaan (replanting) sawit menggunakan bibit unggul bersubsidi, dukungan sarana produksi, pelatihan, kredit berbunga rendah, serta percepatan sertifikasi lahan.
Menurut Eliza, langkah tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas hingga 20 hingga 40 persen dalam lima sampai tujuh tahun tanpa perlu membuka lahan baru.
Kinerja Ekspor CPO Masih Tumbuh PositifSelain peningkatan produktivitas, Eliza mendorong pengembangan skema asuransi pertanian berbasis indeks cuaca untuk mengurangi risiko gagal panen akibat perubahan iklim.
Ia juga mengusulkan perluasan penyuluhan mengenai sistem intercropping dan agroforestry agar petani kecil memiliki sumber pendapatan tambahan dan usaha yang lebih tahan terhadap perubahan iklim maupun ketidakpastian pasar global.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya mencapai 9,59 miliar dolar AS pada periode Januari-Mei 2026 atau meningkat 7,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selama periode tersebut, India menjadi tujuan utama ekspor CPO dan produk turunannya, disusul Pakistan, China, dan Bangladesh.




