Bisnis.com, JAKARTA — Konstruksi Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan Paket 2A yang digarap oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) dilaporkan telah menyentuh angka 84% hingga akhir Juni 2026.
Sekretaris Perusahaan HKI Resnu Aditya Wuladarman menjelaskan bahwa pihaknya terus memacu pengerjaan fisik guna mempercepat konektivitas logistik dan mobilitas masyarakat yang menghubungkan wilayah Jakarta dengan Jawa Barat.
“Hingga saat ini, HKI tengah mengerjakan sejumlah pekerjaan utama pada Proyek Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Paket 2A. Salah satu pekerjaan mayor yang tengah menjadi fokus adalah pekerjaan perkerasan jalan beton atau rigid pavement pada area mainroad Zona 3 dan Zona 4,” ujar Resnu dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).
Dalam proyek strategis ini, entitas bisnis PT Hutama Karya (Persero) yakni HKI tergabung ke dalam kerja sama operasi (KSO) bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), dan PT Komponen Mapan Konstruksi (KMK).
Selain fokus pada perkerasan jalan beton, manajemen HKI menjelaskan proses konstruksi kini tengah mempersiapkan tahapan krusial lain berupa pengerjaan struktur jembatan tol.
Adapun, salah satu tantangan teknis terbesar dalam proyek ini adalah pemasangan girder pada area yang bersinggungan langsung dengan Cimanggis–Cibitung Tollways (CCT) yang saat ini telah beroperasi aktif.
Baca Juga
- Tol Japek II Selatan Dibuka Gratis, Urai Lonjakan Arus Balik Kendaraan Asal Bandung
- Tol Japek II Selatan Paket II, Hutama Karya (HK) Ungkap Konstruksi Tembus 81,65%
“Dari total 24 bentang girder, masih terdapat empat bentang yang akan dikerjakan pada Ramp 3, Ramp 5, dan Ramp 1, dengan titik tertinggi berada di Ramp 1 yang mencapai sekitar 28 meter,” imbuh Resnu.
Guna memitigasi risiko tinggi di sekitar lalu lintas aktif tersebut, HKI melakukan koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan serta menerapkan rekayasa lalu lintas yang ketat.
Kehadiran Tol Japek II Selatan Paket 2A ini diharapkan mampu memecah kepadatan di koridor utama Jakarta—Cikampek sekaligus menjadi jalur alternatif strategis nasional.





