Sebulan Lebih Hilang Kontak di Kangean, Pencarian KMN Entok Terus Berlanjut

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Pencarian terhadap Kapal Motor Nelayan (KMN) Entok yang hilang kontak sebulan lebih setelah melaut di perairan Kepulauan Kangean, Sumenep, Jawa Timur, masih terus dilakukan.

Sampai hari ini, Selasa (14/7/2026), Tim SAR Gabungan masih menyusuri rute pelayaran dari Lamongan ke Kangean, untuk mencari keberadaan kapal berbobot 60 Gross Tonage (GT) itu beserta 18 orang awaknya.

Mukh Fakhruddin Arrazi, Koordinator Unit Siaga SAR Lamongan, Basarnas Surabaya, menjelaskan, kapal ini berangkat melaut sejak 3 Juni 2026. Komunikasi terakhir yang tercatat adalah pada 8 Juni, ketika kapal ini sempat berkomunikasi dengan kapal nelayan lain di tengah laut.

Menurutnya, KMN Entok yang merupakan kapal milik perorangan ini biasa melaut selama 18 hingga 20 hari dalam satu kali perjalanan mencari ikan. Kebiasaan itu membuat keluarga tidak langsung curiga saat kapal belum kembali dalam rentang waktu tersebut.

“Karena memang biasanya mereka melaut cukup lama, jadi pihak keluarga awalnya belum menyadari ada yang tidak beres. Laporan dari anggota keluarga korban baru kami terima pada 1 Juli 2026,” ujar Arrazi, saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Selasa (14/7/2026).

Arrazi menambahkan, berdasarkan informasi dari keluarga korban yang sebelumnya juga sempat menjadi ABK di kapal tersebut, usia KMN Entok sudah tergolong tua.

Arrazi menjelaskan, selama ini pencarian difokuskan pada jalur yang biasa dilalui KMN Entok saat melaut, yakni perairan Kangean, Masalembu, dan Sumenep, hingga meluas ke arah utara menuju Banjarmasin, Palangkaraya, dan Jawa Tengah.

Meski demikian, hingga kini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan KMN Entok maupun informasi terkait nasib kapal dan awaknya. Arrazi mengatakan, tim SAR gabungan masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan untuk menentukan langkah pencarian selanjutnya.

Ia juga menyebut, salah satu kendala dalam pencarian adalah kapal tersebut diketahui belum dilengkapi peralatan komunikasi maupun navigasi seperti GPS tracker.

“Kalau kapal ini memiliki alat komunikasi atau navigasi, tentu bisa kami cek dan lacak posisi terakhirnya. Tapi karena tidak ada, ini yang membuat pencarian jadi lebih sulit,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian KMN Entok oleh Tim SAR Gabungan bersama unsur terkait masih terus berlangsung.

Sementara, keluarga awak KMN Entok dalam pertemuan bersama pihak terkait di Kantor Basarnas Brondong, Lamongan, Senin (13/7/2026) berharap proses pencarian tidak dihentikan dan terus dilanjutkan dengan cakupan wilayah yang lebih luas sehingga peluang menemukan KMN Entok semakin besar.

Keluarga awak KMN Entok dalam pertemuan bersama pihak terkait di Kantor Basarnas Brondong, Lamongan, Senin (13/7/2026). Foto: Polres Lamongan

Melalui sambungan telepon dengan pimpinan Basarnas Surabaya, keluarga korban menyampaikan sejumlah harapan, di antaranya agar pencarian diperluas hingga ke pulau-pulau yang tidak berpenghuni. Berbekal dokumentasi berupa foto dan video, serta melibatkan perwakilan keluarga dalam proses pencarian di pulau-pulau.

Ipda M. Hamzaid Kasihumas Polres Lamongan menyampaikan bahwa Polres Lamongan bersama seluruh unsur SAR akan terus berkoordinasi dan memberikan dukungan penuh terhadap proses pencarian sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami memahami harapan besar dari keluarga korban. Semoga upaya bersama ini segera membuahkan hasil,” ucapnya seperti dikutip dari laman Polres Lamongan.(iss/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Sampaikan Ucapan Duka atas Wafatnya Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Trump Perintahkan Serangan Baru ke Iran, Bandar Abbas Digempur
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
4 Klub BRI Super League Mulai Panasi Mesin untuk Piala Presiden 2026: Siapa Paling Serius?
• 2 jam lalubola.com
thumb
Palembang Perkuat Fondasi Universal Health Coverage Berkualitas
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Deschamps Prediksi Laga Prancis vs Spanyol Bakal Sengit
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.