Bisnis.com, PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang mulai menggeser fokus dalam menjaga Universal Health Coverage (UHC). Setelah mampu mempertahankan status UHC selama 4 tahun berturut-turut, tantangan berikutnya adalah memastikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif sehingga akses layanan kesehatan masyarakat dapat terus terjamin.
Strategi tersebut dibahas dalam Forum Komunikasi Implementasi Strategi Rekrutmen dan Reaktivasi Peserta JKN untuk UHC Berkualitas yang digelar di Ruang Rapat II Setda Kota Palembang, Senin (13/7/2026).
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palembang Kgs Sulaiman Amin mengatakan kualitas UHC tidak hanya ditentukan oleh banyaknya peserta yang terdaftar, tetapi juga ketepatan data penerima manfaat.
"Sinkronisasi data dengan Disdukcapil harus terus diperkuat agar identitas peserta benar-benar valid, termasuk membedakan masyarakat yang berdomisili di Kota Palembang dengan warga dari daerah lain," katanya, dikutip Selasa (14/7/2026).
Menurut Sulaiman, validasi data menjadi langkah penting agar program JKN tepat sasaran sekaligus mendukung keberlanjutan pembiayaan layanan kesehatan.
Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Fenty Aprina mengatakan bahwa akurasi data peserta menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas UHC di Kota Palembang.
Baca Juga
- Kanwil DJP Riau Dorong Perluasan Basis Pajak
- Kereta Api Mulai Tenggak B50, KAI Sumut: Operasional Tetap Normal
- Mengurai Solusi Penyebab Antrean Kendaraan di SPBU Sumatra Barat
"Kami juga mendorong optimalisasi penerapan surat edaran mengenai kewajiban perusahaan mendaftarkan seluruh karyawannya sebagai peserta JKN agar cakupan kepesertaan semakin luas dan perlindungan kesehatan bagi pekerja dapat terlaksana secara lebih efektif," katanya.
Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Palembang Muhammad Fakhriza mengatakan Program JKN dibangun atas prinsip gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu pembiayaan pelayanan kesehatan bagi peserta yang sedang sakit.
"Sebagai ilustrasi, satu peserta JKN yang menjalani terapi cuci darah dapat memperoleh manfaat dari iuran sekitar 110 peserta lain yang sehat dan aktif membayar. Inilah semangat gotong royong yang menjadi dasar Program JKN," ujarnya.
Oleh karena itu, menurutnya, peningkatan keaktifan peserta menjadi salah satu fokus utama BPJS Kesehatan selain memperluas cakupan kepesertaan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Palembang sendiri berhasil mempertahankan status UHC secara konsisten sejak 2023 hingga 2026. Ke depan, Pemerintah Kota Palembang bersama BPJS Kesehatan akan memperkuat rekrutmen peserta baru, mengaktifkan kembali peserta nonaktif, serta meningkatkan validitas data kependudukan agar kualitas perlindungan kesehatan masyarakat tetap terjaga.





