Jakarta, tvOnenews.com – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ade Ginanjar Anggora, mendukung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Menurutnya, persoalan tata kelola sektor energi nasional harus disikapi secara objektif dengan mengedepankan fakta, data, dan mekanisme hukum yang berlaku.
“Setiap persoalan harus disikapi secara objektif berdasarkan fakta dan data. Jangan sampai isu strategis seperti ketahanan energi justru dipolitisasi sehingga mengaburkan substansi persoalan yang sebenarnya,” ujar Ade dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).
Ade berharap masyarakat ikut mendukung Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam menjalankan tugas menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat tata kelola sektor pertambangan batu bara.
Dia menyampaikan, pemerintah saat ini tengah melakukan berbagai langkah pembenahan sistem guna memastikan tata kelola energi semakin transparan, akuntabel, dan mampu menjamin ketersediaan pasokan batu bara untuk kebutuhan domestik.
Ia juga mendukung kebijakan Kementerian ESDM dalam melakukan evaluasi yang lebih ketat terhadap sistem Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan pertambangan agar pelaksanaan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) dapat dipantau secara lebih transparan.
Selain itu, Ade menilai penyesuaian anggaran strategis untuk memperkuat tata kelola energi nasional dan mendukung program elektrifikasi merupakan langkah yang patut diapresiasi.
Sebagai anggota Komisi V DPR RI, Ade juga memberikan dukungan terhadap upaya Kementerian ESDM dalam memperkuat tata kelola distribusi batu bara yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur transportasi.
Ia mendukung langkah tegas Kementerian ESDM untuk mencabut maupun membekukan Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan batu bara yang tidak mematuhi ketentuan pemerintah.
Baginya, ESDM juga perlu menggunakan kewenangan regulasinya untuk memblokir pengajuan RKAB tahunan bagi perusahaan yang tidak memiliki komitmen membangun jalan khusus angkutan batu bara (hauling road).
Selain itu, Ade mendorong Kementerian ESDM memimpin koordinasi kebijakan sektor hulu hingga hilir bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Sinkronisasi pengawasan distribusi batu bara dengan penegakan aturan Over Dimension Over Loading (ODOL) di jembatan timbang maupun pelabuhan bongkar muat dinilai penting agar distribusi logistik batu bara berjalan lebih tertib, aman, dan efisien.




