UMM Kirim 10 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata ke NTT

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MALANG — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerjunkan 10 mahasiswa rumpun ilmu keperawatan dan kesehatan ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Kepala Divisi Pengabdian, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UMM, Arina Restian, menegaskan mahasiswa yang diberangkatkan pada 8 Juli lalu ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gentaskin (Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif). Para mahasiswa terpilih akan mengabdi langsung di tengah masyarakat selama dua bulan penuh hingga September mendatang.

“Delegasi ini adalah wujud dukungan strategis dan kontribusi aktif kampus terhadap program prioritas pemerintah. Melalui KKN Gentaskin itu UMM berkontribusi dalam gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem. Kita men-support di sana untuk memperkuat kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan kelembagaan desa," tegasnya, Selasa (14/7/2026) 

Selama di lapangan, kata dia, mahasiswa tidak sekadar melakukan penyuluhan, melainkan mengeksekusi program pengabdian yang difokuskan pada akar permasalahan wilayah. 

Dia menambahkan, implementasi program ini mengedepankan pendekatan kontekstual berbasis potensi desa serta hilirisasi ilmu pengetahuan.

"Universitas Muhammadiyah Malang menghadirkan solusi pengabdian langsung, kemudian hilirisasi iptek, terus kemudian yang terpenting adalah programnya itu ada edukasi gizi dan KIA," tambahnya.

Baca Juga

  • Gubernur Khofifah Raih Penghargaa Usai Sukses Tekan Stunting ke 14,7%
  • Ancaman Obesitas Berpotensi Menyalip Stunting, Literasi Gizi Dinilai Harus Berubah
  • Kualitas Hunian Keluarga di Kaltim Jadi Perhatian untuk Tekan Stunting

Secara rinci, ujar dia, program strategis mahasiswa di lapangan mencakup lima klaster utama yang dijalankan secara terintegrasi. Pada aspek edukasi gizi dan kesehatan ibu dan anak, mahasiswa melakukan pendampingan keluarga berisiko stunting serta kampanye kesehatan bersama posyandu setempat. 

Langkah ini diimbangi dengan pemberdayaan ekonomi keluarga dan UMKM desa melalui pelatihan pengolahan produk pangan lokal, literasi keuangan, hingga pemasaran digital. 

Guna mendukung kesehatan lingkungan, dia menegaskan, program juga menyasar peningkatan sanitasi dan akses air bersih lewat edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta inovasi teknologi tepat guna.

Lebih lanjut, menurutnya, tim KKN turut memperkuat literasi dan pendidikan keluarga dengan menginisiasi pojok baca desa dan menyelenggarakan kelas literasi dasar anak. 

Sebagai pengunci keberlanjutan, mahasiswa memberikan pendampingan intensif untuk memperkuat kelembagaan masyarakat seperti BUMDes dan karang taruna, sekaligus best practices sebagai model prototype di masa depan.

Arina menjelaskan, pelaksanaan Gentaskin ini digagas melalui kolaborasi sinergis antara UMM dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta difasilitasi penuh oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII dan XV. 

Menurut dia, sinergi KKN Gentaskin ini diharapkan mampu menjadi katalisator terwujudnya masyarakat NTT yang mandiri. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, target pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting di wilayah pelosok dapat terealisasi secara terukur, juga melahirkan generasi penerus bangsa yang tangguh secara kesehatan maupun ekonomi.(K24)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Razia Miras di Pati, Polisi Temukan Puluhan Botol Minuman Beralkohol Ilegal
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pasukan Yaman Serang Bandara Sanaa yang Dikuasai Houthi demi Cegah Pesawat Iran
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bahas Revisi UU, DPR Dorong Kadin Lebih Bertaring
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Pembantu Presiden Diminta Jaga Program Prioritas Prabowo dari Praktik Korupsi
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Yusril Sebut Proses Hukum Eks Jampidsus Bisa Lebih Cepat Usai Dilimpahkan ke Kejagung, Tapi Ingatkan Hal Ini
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.