VIVA – Timnas Indonesia mendapat kabar baik dari FIFA setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Organisasi yang dipimpin oleh Gianni Infantino itu akan menambah jumlah peserta di edisi berikutnya.
Gianni Infantino kembali melontarkan wacana yang berpotensi mengubah wajah sepak bola dunia. Setelah memperluas jumlah peserta Piala Dunia 2026 menjadi 48 tim, FIFA kini membuka peluang untuk kembali menambah kontestan menjadi 64 negara pada edisi 2030.
Rencana tersebut dipastikan akan menjadi bahan pembahasan di internal FIFA setelah berakhirnya Piala Dunia 2026. Infantino menegaskan bahwa usulan tersebut belum diputuskan, namun akan dibahas bersama komite terkait sebelum diambil keputusan.
"Rencana [peserta Piala Dunia jadi 64 tim] adalah pembahasan yang akan ditetapkan dan didiskusikan bersama komite relevan setelah Piala Dunia kali ini," kata Infantino dikutip dari The Athletic.
- REUTERS/Jennifer Gauthier
Menurut Infantino, perluasan jumlah peserta bertujuan memberikan kesempatan yang lebih besar bagi negara-negara yang selama ini sulit menembus putaran final Piala Dunia. Ia menilai perkembangan kualitas sepak bola di berbagai belahan dunia membuat semakin banyak negara layak mendapatkan peluang tampil di panggung terbesar.
"Setiap negara semestinya berhak punya mimpi tampil di Piala Dunia. Anda bisa lihat kualitas tim begitu tinggi dan semakin meningkat di seluruh dunia," lanjutnya.
"Jika anda tidak memberi kesempatan untuk negara kecil berpartisipasi di Piala Dunia, mereka akan kesulitan untuk berkembang,"** ujarnya.
Wacana penambahan peserta menjadi 64 tim sebenarnya bukan ide baru. Berdasarkan laporan The Athletic, gagasan tersebut pertama kali disampaikan oleh Presiden Asosiasi Sepak Bola Uruguay (AUF), Ignacio Alonso, dalam Kongres FIFA yang digelar pada Maret 2025.
- FIFA
Laporan itu menyebut usulan Alonso langsung menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian dalam agenda rapat. FIFA juga mengonfirmasi kepada The New York Times bahwa proposal tersebut sempat dibahas secara spontan di luar agenda utama.
"FIFA, badan sepak bola dunia, menyatakan kepada The New York Times bahwa proposal dari Alonso secara spontan 'diutamakan' dari 'urusan lain' selama rapat itu," tulis The Athletic.
Meski demikian, usulan tersebut tidak mendapat dukungan penuh dari seluruh konfederasi. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menjadi salah satu pihak yang secara terbuka menyatakan penolakannya.




