Sentil Cak Imin, Gus Yahya: Kurang Ngerti NU, Seumur Hidup Belum Pernah Jadi Pengurus

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum (Ketum) PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menanggapi terkait pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin soal kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode saat ini.

Cak Imin menyebut, pemimpin PBNU belum membuat perubahan sehingga butuh penyegaran pada pucuk pimpinan PBNU.

"Ya silakan saja kalau Pak Muhaimin berpendapat begitu, tapi saya kira itu bisa dicek kepada jajaran pengurus dan warga NU," kata Gus Yahya, saat ditemui di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).

Selain soal penyegaran pimpinan PBNU, Cak Imin menyindir Gus Yahya yang disebutnya tidak memberi perubahan apapun selama menjabat.

Baca juga: Gus Yahya Maju Lagi Jadi Calon Ketum PBNU, Ingin Tuntaskan Janjinya

Menanggapi itu, Gus Yahya menilai Cak Imin tidak mengenal NU.

Terlebih lagi, Menko PM tersebut belum pernah menjadi pengurus NU.

"Kalau Pak Imin mengatakan begitu saya kira ya karena beliau memang ya mungkin kurang mengerti tentang NU ya? Karena seumur hidup beliau belum pernah jadi pengurus NU di semua tingkatan," kata dia.

"Jadi pengurus ranting saja belum pernah. Jadi, beliau tidak tahu perubahannya-perubahannya seperti apa kan beliau tidak tahu," sambung dia.

Gus Yahya pun meyakini bahwa jajaran NU banyak yang merasakan adanya kemajuan fundamental yang dicapai selama kepengurusan periode ini.

"Kalau dicek ke jajaran NU sampai ke bawah saya kira tidak ada yang bisa menolak tentang kemajuan-kemajuan fundamental yang sudah berhasil dicapai selama kepengurusan periode ini," tutur dia.

Baca juga: Cak Imin Sindir Gus Yahya Tak Beri Perubahan untuk PBNU: Butuh Pemimpin Baru yang Fresh

Sebelumnya diberitakan, Ketum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyampaikan pandangan bahwa PBNU perlu memiliki ketua umum yang lebih segar atau fresh.

"Ya pemimpin yang baru. Saat ini butuh pemimpin baru yang fresh," ujar Cak Imin, saat ditemui di Kemang, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Cak Imin lantas menyindir Ketum PBNU Gus Yahya yang tidak memberi perubahan apapun di PBNU selama menjabat.

"Karena yang lama sudah lima tahun enggak ada perubahan," singkat Cak Imin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IUCN apresiasi kebijakan Menhut perkuat konservasi gajah di Indonesia
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Bupati Gowa Walk Out Sidang Pansus, DPRD Singgung Playing Victim
• 5 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Pengirim Teror Bom di SDN Srengseng Sawah Ternyata Orangtua Murid, Sempat Jemput Anak ke Sekolah
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Kunjungi Kejagung, Kapolri: Kami Sampaikan ke Jajaran Tak Ada Masalah Dua Institusi Ini
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintah Tetapkan Harga Khusus BBM Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30-200 GT
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.