MIND ID Teken Kerja Sama Pasokan Mineral Kritis dengan LEN hingga Krakatau Steel

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Danantara Indonesia mengumumkan kerja sama pengembangan rantai pasok mineral kritis dan material maju untuk hilirisasi antara PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Perminas (Persero).

Hal tersebut melalui penandatanganan nota kesepahaman pengembangan material maju (critical minerals downstreaming) yang dilakukan pada acara Danantara’s Advanced Materials Industry Dialogue.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P. Santosa menyampaikan pengembangan industri antara (middlestream) material maju merupakan bagian transformasi industri nasional menuju ekonomi berbasis teknologi.

Menurutnya, Indonesia harus mampu menangkap peluang permintaan regional, membangun kapabilitas teknologi, serta bersaing di pasar global untuk mencapai skala ekonomi yang berkelanjutan. Karena itu, pengembangan industri material maju perlu diarahkan secara lebih terintegrasi sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing industri nasional.

“Kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada ketersediaan mineral, tetapi pada kemampuan kita mengubahnya menjadi ekosistem industri material maju yang menopang baterai, energi bersih, pertahanan, transportasi, dan berbagai teknologi strategis masa depan," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (14/7).

Kerja sama ini bertujuan untuk optimalisasi supply-offtake mineral kritis dan material maju untuk kebutuhan industri strategis dalam negeri, mengakselerasi terwujudnya industri material maju nasional berskala besar melalui pengembangan teknologi bersama.

Selain itu, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional bernilai tambah tinggi melalui program-program industri strategis seperti, namun tidak terbatas pada mobil dan motor listrik nasional, dirgantara, maritim, komponen dasar, pertahanan dan ketenagalistrikan.

Sementara itu, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, menegaskan bahwa Indonesia harus menjadi pemain yang berdaulat dalam rantai pasok global. Menurutnya, selama ini nilai tambah dari kekayaan mineral Indonesia justru lebih banyak dinikmati oleh negara lain.

Rosan menilai sudah saatnya Indonesia naik kelas dalam rantai nilai material maju. Indonesia diberkahi dengan kekayaan mineral yang luar biasa, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga rare earth element.

"Bahan-bahan ini menjadi fondasi teknologi masa depan, seperti baterai kendaraan listrik, semikonduktor, pertahanan, dan energi bersih. Namun, selama puluhan tahun kita terlalu sering berhenti di titik ekstraksi, mengekspor bahan mentah, lalu membeli kembali produk jadinya dengan harga yang berkali-kali lipat,” kata Rosan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Bantah Isu Eks Jampidsus FA Pergi Umrah Setelah Jadi Tersangka, Tegaskan Masih di Indonesia
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Terima Bantuan Ambulans dari Korpri, Tito: Sangat Berarti bagi Masyarakat Terdampak Bencana Sumatera
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Kejagung Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Febrie, Gandeng KPK buat Supervisi
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Layanan Kesehatan Puskesmas Jelbuk Tembus Wilayah Ekstrem Jember
• 11 jam lalueranasional.com
thumb
Andre Rosiade Serahkan Ambulans untuk Warga Pagambiran, Tegaskan Hadir dengan Kerja Nyata
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.