Gubernur Jatim minta anak tak segan laporkan setiap tindak kekerasan

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau seluruh pelajar agar tidak segan melaporkan segala bentuk tindak kekerasan yang dialami diri sendiri kepada orang tua maupun guru sehingga penanganan bisa secepatnya dilakukan.

Khofifah dalam keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, menyatakan kekerasan terhadap anak dapat timbul dalam berbagai bentuk, baik itu verbal, fisik, seksual, maupun yang terjadi di ruang digital.

"Kepada anak-anakku, apabila mengetahui atau merasakan adanya kekerasan, jangan pernah ragu untuk menyampaikan kepada guru, kepada orang tua, maupun kepada pihak yang berwenang. Insya Allah, dengan keterlibatan orang dewasa, hal-hal seperti bisa diredam," kata Khofifah.

Penanganan yang cepat terhadap kekerasan menjadi upaya vital karena akan memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak di masa depan.

Selain itu, anak harus mendapatkan jaminan keamanan dan kenyamanan melakukan aktivitas sosial di lingkungannya.

Ia mengingatkan kepada seluruh masyarakat supaya bergotong royong memastikan lingkungan yang aman bagi seluruh anak.

Khofifah menyampaikan upaya memastikan anak terbebas dari tindak kekerasan telah diimplementasikan oleh pemerintah dengan menginisiasi Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Untuk Anak (RANA).

Gerakan Nasional RANA telah dideklarasikan saat hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, pada Senin (14/7).

"Ini berarti mereka juga harus bebas dari segala bentuk kekerasan," ujarnya.

Gubernur Jawa Timur dua periode itu optimistis Gerakan RANA akan lebih memperkuat ekosistem perlindungan anak, khususnya di lingkungan pendidikan yang bukan hanya tempat belajar tetapi menjadi ruang mengembangkan potensi individu secara optimal.

"Anak-anak kita ini yang membawa masa depan dunia, mereka yang nantinya akan memegang estafet kepemimpinan di berbagai lini dan ruang aman bagi anak adalah tanggung jawab kita bersama mulai dari pemerintah, guru, orang tua, hingga masyarakat," ucapnya.

Baca juga: KemenPPPA kawal penanganan kekerasan seksual terhadap anak di Sampang


Baca juga: Menag: Pesantren dan madrasah harus jadi ruang paling aman bagi anak


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Pencairan Bansos PKH dan BPNT Disalurkan 20 Juli, Siapkan Data di cekbansos.kemensos.go.id
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Deretan Komedian Ini Pernah Kuliah di UI, Ada Dono Warkop hingga Temon Templar
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Jadwal Salat Kota Bandung 14 Juli 2026
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Merespons Mahfud MD Soal Kejanggalan Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
• 8 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bupati Lambar tekankan inovasi guna tingkatkan daya tarik Sekolah Kopi
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.