JAKARTA, DISWAY.ID - Eskalasi konflik Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Meski sempat menandatangani kesepakatan gencatan senjata, keduanya kembali saling serang.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan menegaskan agar seluruh masyarakat internasional menyerukan penghentian kekerasan sekarang juga mengingat konflik yang terjadi membuat susah seluruh bangsa.
"Saya juga sejak awal menyerukan masyarakat internasional seluruhnya untuk berkonsollidasi mendesak semua pihak menghentikan kekerasan," katanya kepada awak media saat Konferensi Pers di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
"Saya ingin menyampaikan masyarakat internasional dan pemimpin dunia untuk berbicara kepada kedua belah pihak," lanjutnya.
BACA JUGA:Muktamar Ke-35 NU Siap Digelar di Jombang, Ketua Umum PBNU Pastikan Tidak Ada Cawe-cawe Presiden
Ia juga meminta agar Amerika Seikat dan Israel juga didesak menghentikan kekerasa yang selama ini diperbuat mereka karena merugikan masyarakat internasional. Pun dunia Islam, Arab, dan Timur Tengah untuk juga mengusung perdamaian demi keselamatan dan kemaslahatan bersama.
"Marilah kita bicara tentang perdamaian, keselamatan, dan kesejahteraan bersama," katanya.
"Hentikan kekerasan sekarang juga! Semuanya harus berhenti dari kekerasan yang selama ini diperbuat!" tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan pertemuannya dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf saat menjadi salah satu delegasi Indonesia untuk memberikan penghormatan terhadap pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.
BACA JUGA:Sah! PBNU Putuskan Muktamar ke-35 NU Berlokasi di Tambakberas Jombang pada 27-31 Agustus 2026
Sebagaiman dipesankan Presiden Prabowo Subianto, ia menyampaikan harapan agar ke depan persoalan yang dipertentangkan di dalam konflik diproses melalui jalan damai di meja perundingan. "Itu yang kami sampaikan," katanya.
Namun, Gus Yahya mengatakan bahwa Ketua Parlemen Iran Ghalibaf belum bisa serta merta mengiyakan harapan Indonesia ini, walaupun menyambut baik.
"Tetapi jelas ini perlu iktikad dan inisiatif dari kedua belah pihak, perlu inisiatif dua arah," pungkasnya.




