JAKARTA, DISWAY.ID-- Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, meluruskan anggapan publik yang menilai tim besutannya akan mengusung permainan bertahan pada kompetisi Super League 2026/2027, sebagaimana gaya yang kerap diperlihatkan saat ia menangani Timnas Indonesia.
Menurut pelatih asal Korea Selatan itu, filosofi sepak bola yang selama ini dianutnya justru mengedepankan permainan menyerang.
BACA JUGA:Alasan Victor Dethan Pilih Persija: Basis Suporter Luar Biasa, Berharap Juara Bareng Shin Tae-yong
Strategi bertahan yang diterapkan bersama Timnas Indonesia semata-mata disesuaikan dengan kualitas lawan yang dihadapi.
"Sebenarnya gaya yang diinginkan Coach Shin dan filosofi Coach Shin adalah sepak bola menyerang, bukan bertahan," tegas Shin Tae-yong di Jakarta.
Ia menjelaskan, saat membesut Timnas Indonesia, pendekatan bertahan dan serangan balik dipilih karena mayoritas lawan memiliki kualitas yang lebih tinggi.
BACA JUGA:Pramono Ngaku Bad Mood Persija Gagal Juara Super League, Kedatangan Shin Tae-yong Jadi Hiburan
"Memang saat di Timnas Indonesia karena lawan-lawannya lebih kuat dan lebih baik daripada Timnas Indonesia, jadi kami bertahan lebih dulu lalu melakukan counter attack," kata dia.
STY sapaan karibnya, menegaskan situasi di kompetisi domestik akan berbeda. Karena itu, pendekatan taktik Persija akan disesuaikan dengan karakter skuad yang dimiliki, termasuk komposisi pemain asing yang nantinya direkrut.
Mantan pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia tersebut mengaku akan berdiskusi dengan manajemen Persija, termasuk Direktur Persija Panca Soeria, untuk menyusun tim yang sesuai dengan filosofi permainannya.
Menurutnya, proses pembentukan skuad menjadi faktor penting agar Macan Kemayoran mampu tampil lebih dominan sepanjang musim.
BACA JUGA:Pengamat Sebut Persija Berpeluang Rekrut Anak Emas Shin Tae-yong
"Di liga mungkin perlu kita diskusi lebih lanjut dengan Pak Panca dan orang-orang di Persija Jakarta terkait pemain-pemain asing. Setelah itu, kami bisa memainkan sepak bola yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih agresif dalam menyerang," papar STY..
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab keraguan sebagian suporter yang menganggap kedatangan Shin Tae-yong identik dengan sepak bola defensif.
Sebaliknya, pelatih berusia 56 tahun itu menargetkan Persija tampil lebih atraktif dengan permainan berintensitas tinggi, tempo cepat, dan agresif dalam membongkar pertahanan lawan saat mengarungi Super League 2026/2027.





