Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan tiga rancangan peraturan daerah (Raperda) yang akan segera diajukan ke DPRD Jawa Barat.
Regulasi tersebut mencakup pembentukan Holding BUMD Sangga Buana, penyertaan modal, serta penguatan kelembagaan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya reformasi tata kelola pemerintahan dan badan usaha milik daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan rekomendasi pembentukan Holding BUMD Sangga Buana dari Menteri Dalam Negeri telah diterima pekan lalu. Saat ini, pembahasannya juga sudah dilakukan bersama Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).
"Untuk BUMD Sangga Buana yang menjadi holding untuk BUMD-BUMD di Jawa Barat dengan harapan yang sehat nanti kita konsolidasikan, yang belum sehat kita restrukturisasi. Rekomendasi dari Pak Mendagri sudah turun minggu kemarin. Kemarin sudah dibahas di Bapemperda," kata Herman usai Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Jawa Barat, Selasa (14/7).
Ia menargetkan nota pengantar Gubernur Jawa Barat terkait tiga Raperda tersebut dapat disampaikan kepada DPRD pada akhir bulan ini.
"Nanti ada tiga Raperda. Satu terkait pembentukan BUMD Sangga Buana sebagai holding, yang kedua penyertaan modal, dan yang ketiga penataan atau penguatan kelembagaan," ujarnya.
Menurutnya, Holding Sangga Buana nantinya akan berperan mengoordinasikan pengelolaan aset dan analisis investasi seluruh BUMD secara strategis. Sementara operasional masing-masing perusahaan tetap dijalankan oleh BUMD yang sudah ada.
"Hanya saja nanti akan dipilah menjadi dua, yang sehat dikonsolidasi, yang belum sehat direstrukturisasi. Yang lead-nya nanti secara strategis BUMD Sangga Buana," jelasnya.
Selain pembentukan holding, Pemprov Jabar juga tengah menyusun penguatan kelembagaan organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah itu diarahkan agar birokrasi lebih efektif, efisien, serta berorientasi pada hasil.
"Pak Gubernur mengarahkan kelembagaan Pemda Provinsi Jawa Barat ke depan bisa lebih efektif, lebih efisien, dan orientasinya ke hasil," katanya.
Konsep Baru Penataan Gedung SateDi sisi lain, Pemprov Jabar juga sedang menyiapkan konsep baru penataan kawasan Gedung Sate yang terintegrasi dengan kawasan Gasibu hingga Monumen Perjuangan (Monju). Penataan tersebut mengusung konsep landscape yang lebih tertata dan fungsional.
"Kita punya desain landscape penataan Gasibu yang terintegrasi dengan halaman Gedung Sate. Bahkan ke depannya terintegrasi juga dengan Monju, dengan pertimbangan agar lebih fungsional, lebih rapi, dan lebih indah," ungkap Sekda.
Konsep tersebut juga akan berdampak pada penyesuaian Perpustakaan Gasibu. Namun, layanan literasi dipastikan tetap berjalan melalui transformasi menjadi perpustakaan digital dan perpustakaan keliling.
"Kami tetap berkomitmen menjaga layanan literasi. Perpustakaan Gasibu akan bertransformasi menjadi digital library dan mobile library," ujarnya.
Herman menambahkan, seluruh Raperda yang disiapkan telah didukung naskah akademik yang mengkaji aspek filosofis, historis, dan sosiologis. Pemerintah berharap pembahasan bersama DPRD dapat berjalan lancar sehingga reformasi BUMD dan penataan kelembagaan maupun kawasan Gedung Sate dapat segera direalisasikan.





