Komisi III Luncurkan Buku Anotasi KUHAP, Kapolri: Penyidik Harus Pahami Aturan Baru

rctiplus.com
19 jam lalu
Cover Berita
Komisi III Luncurkan Buku Anotasi KUHAP, Kapolri: Penyidik Harus Pahami Aturan BaruNasional | okezone | Selasa, 14 Juli 2026 - 20:05

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyambut baik peluncuran Buku Anotasi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang diterbitkan Komisi III DPR RI. 

Menurutnya, buku tersebut penting sebagai pedoman bagi penyidik kepolisian dalam menjalankan tugas penegakan hukum.

"Kita harapkan pemahaman terhadap KUHAP yang baru betul-betul bisa dipahami, khususnya oleh para penyidik atau penegak hukum di institusi Polri," kata Sigit di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).

Sigit menilai, peluncuran buku anotasi tersebut akan membantu aparat penegak hukum memahami substansi KUHAP yang baru, sehingga penerapannya dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

"Sehingga kemudian di dalam penerapannya, dalam pelaksanaannya, betul-betul bisa memenuhi rasa keadilan seperti yang diharapkan di dalam KUHAP," ujarnya.

 

Ia juga mengapresiasi Komisi III DPR RI atas penyusunan buku anotasi tersebut.

Baca Juga:Heboh Fenomena Ratusan Kepsek Mundur karena Temuan Dana BOS, Ini Reaksi DPR

"Dan tentunya ini adalah bagian dari produk besar, karya besar dari DPR RI, dan tentunya kita semua akan melaksanakan dengan sebaik-baiknya," tambah Sigit.

Lebih lanjut, Kapolri mengatakan, buku anotasi KUHAP juga akan menjadi sarana sosialisasi bagi seluruh jajaran aparat penegak hukum.

"Kebetulan juga ada Tim 11 gabungan dari Komisi III, Kejaksaan, DPR, dan Kementerian Hukum yang secara simultan melaksanakan kegiatan sosialisasi ke seluruh jajaran," pungkasnya.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nadine Kei Inara, Peserta CoC yang Juga Aktif di Dunia Musik
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Ditutup Menguat Tipis ke Level 6.039,52 di Tengah Sentimen Positif Domestik dan Tekanan Global
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Uji Coba ETLE Angkutan Barang, Kemenhub Temukan 140 Ribu Pelanggaran
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Historia Bisnis Es Teler 77, Bertahan Selama 44 Tahun di Tengah Gempuran Kuliner Kekinian
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Riset: Kebiasaan Minum Minuman Berpemanis Fruktosa Tingkatkan Risiko Hipertensi
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.