Jakarta, tvOnenews.com – Nama pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah kembali menjadi perhatian. Kali ini, bukan karena aktivitas dakwahnya, melainkan setelah namanya disebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur ganda kereta api (double track) Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (13/7/2026), mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Jalur Ganda Solo-Semarang Segmen 6 (JGSS 6), Dheki Martin, mengakui adanya alokasi dana sebesar Rp100 juta untuk Gus Miftah.
Menindaklanjuti fakta persidangan tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan mendalami dugaan penerimaan uang tersebut.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan setiap fakta yang muncul dalam persidangan akan dianalisis lebih lanjut oleh jaksa penuntut umum.
"Akan didalami lebih lanjut, karena setiap fakta persidangan pasti akan dianalisis oleh JPU," ujar Budi, Selasa (14/7/2026).
Di tengah mencuatnya kasus tersebut, publik kembali menyoroti sumber kekayaan yang dimiliki Gus Miftah selama ini. Berasal dari mana saja? Berikut penjabarannya.
Ceramah Jadi Salah Satu Sumber PenghasilanSebagai salah satu pendakwah populer di Indonesia, Gus Miftah dikenal aktif mengisi ceramah di berbagai daerah. Popularitasnya membuat permintaan terhadap dirinya cukup tinggi.
Meski pernah menegaskan tidak mematok tarif tertentu, namanya sempat menjadi sorotan setelah beredar informasi bahwa honor sebesar Rp75 juta untuk ceramah berdurasi sekitar satu setengah jam pernah dianggap belum sesuai. Nilai tersebut disebut belum termasuk biaya transportasi, akomodasi, maupun kebutuhan tim pendamping.
Memiliki Bisnis ParfumDi luar aktivitas dakwah, Gus Miftah juga mengembangkan usaha di bidang parfum melalui merek D'Goes. Produk tersebut dipasarkan kepada masyarakat luas dan menjadi salah satu lini bisnis yang menopang pemasukannya.
Pendapatan dari Kanal YouTubeGus Miftah juga aktif membangun konten digital melalui kanal Gus Miftah Official yang telah memiliki lebih dari satu juta subscriber.
Berdasarkan estimasi sejumlah platform analitik, kanal tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan dari iklan digital, kerja sama komersial, hingga sponsor dengan nominal yang dapat mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan, meski angka pastinya tidak pernah diumumkan secara resmi.




