Mentan serahkan Rp1 miliar untuk perbaikan masjid di Bener Meriah Aceh

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Bener Meriah, Aceh (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar untuk perbaikan masjid di wilayah Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor pada akhir 2025.

Bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar setelah Mentan meninjau kawasan pembibitan kopi di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah.

"Ini Pak, saya tidak lihat tadi masjid, tolong disampaikan titipan saya Rp1 miliar (untuk perbaikan masjid)," kata Mentan saat menyerahkan uang tunai tersebut di Bener Meriah, Selasa.

Penyerahan bantuan yang turut disaksikan langsung Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, dilakukan sebelum Mentan melanjutkan kunjungan kerjanya menuju Medan, Sumatera Utara, sebagai bagian dari rangkaian agenda kerja di wilayah Pulau Sumatera.

Sebelumnya, dalam dialog bersama pemerintah daerah dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Amran mengaku telah beberapa kali berupaya mengunjungi kawasan tersebut, namun sebelumnya terkendala kondisi yang belum memungkinkan.

Ia mengenang saat bencana melanda Aceh bersamaan dengan kondisi kesehatannya yang sedang menjalani perawatan, namun tetap memimpin rapat penanganan bantuan bagi daerah terdampak.

Menurut Amran, Kementerian Pertanian bersama keluarga besar kementerian saat itu menghimpun bantuan logistik senilai sekitar Rp75 miliar untuk tiga provinsi terdampak bencana, dengan porsi terbesar disalurkan ke Aceh.

"Infus kami cabut. Langsung pimpin rapat 40 menit, kami pimpin rapat dari Kementerian Pertanian dan seluruh keluarga besarnya itu untuk tiga provinsi, memberi sumbangan Rp75 miliar. Dan terbesar ada di Aceh waktu itu (selain Sumatera Barat dan Sumatera Utara)," ujar dia.

Ia mengatakan kepeduliannya terhadap Aceh juga dilandasi ikatan emosional yang kuat karena memiliki hubungan keluarga serta sejarah keluarganya yang berkaitan dengan wilayah Bener Meriah.

Ia menegaskan pemerintah tidak tinggal diam ketika masyarakat menghadapi musibah sehingga seluruh jajaran Kementerian Pertanian berupaya hadir membantu proses pemulihan pascabencana.

Menurut Amran, berbagai bantuan yang telah disalurkan pemerintah mencakup dukungan logistik, program pertanian, hingga pengembangan lahan sebagai bagian dari percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.

Dia menegaskan pemerintah akan terus hadir mendampingi masyarakat Aceh melalui berbagai program pemulihan dan pembangunan agar daerah terdampak bencana dapat bangkit serta berkembang secara berkelanjutan.

"Jadi ikatan emosional saya sangat dekat. Walaupun kami rebah, sakit diinfus, begitu dengar bencana, kami langsung bangun apalagi sebagai mewakili pemerintah di sektor pertanian. Duka Aceh duka kami, masalah Aceh masalah kami. Kami harus turun tangan," kata Amran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bajaj Jadi Alternatif Transportasi Harian, Pengguna Pilih karena Praktis dan Hemat
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Harga Minyak Meroket 9 Persen Usai Trump Blokade Kapal Iran di Selat Hormuz
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang Duel Kontra Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Pemain Liverpool Ini Sebut Argentina Tak Rasakan Tekanan
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Kapolda Jatim dan Pangdam V/Brawijaya Perkuat Sinergi "Jogo Jatim" Demi Stabilitas dan Kesejahteraan Masyarakat
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Kejar Pajak Orang Kaya, Purbaya: Saya Enggak Akan Motong Angsa Emas
• 18 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.