Kuwait City: Militer Kuwait mengumumkan bahwa empat tentaranya mengalami luka-luka akibat serangan rudal dan drone Iran di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Teheran dan Washington.
Mengutip juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Saud Abdulaziz Al Atwan, angkatan bersenjata negara tersebut menyatakan telah mendeteksi satu rudal balistik, lima rudal jelajah, serta 33 drone yang diluncurkan dari wilayah Iran sejak Selasa malam.
Sebelumnya, militer Kuwait mengatakan sistem pertahanan udaranya telah berhadapan dengan sejumlah "target udara musuh" yang memasuki wilayah udara negara tersebut.
"Suara ledakan yang mungkin terdengar merupakan hasil dari operasi sistem pertahanan udara dalam mencegat serangan-serangan musuh," ujar pernyataan militer Kuwait melalui platform X yang dikutip Anadolu Agency, Rabu, 15 Juli 2026.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti seluruh instruksi keselamatan yang dikeluarkan oleh otoritas terkait.
Kementerian Pertahanan Kuwait meminta warga dan penduduk untuk tidak mendekati, menyentuh, maupun memotret puing-puing rudal atau drone yang jatuh akibat proses intersepsi.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak mengunggah atau menyebarkan foto maupun video lokasi terdampak serangan serta area jatuhnya serpihan rudal melalui media sosial.
Kuwait menjadi salah satu negara kawasan Teluk yang terdampak meningkatnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, Yordania dan Bahrain juga melaporkan keberhasilan sistem pertahanan udara mereka dalam mencegat rudal serta ancaman udara lainnya yang diluncurkan Iran dan diarahkan ke fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan.
Baca juga: Negara-Negara Teluk Kecam Serangan Iran terhadap Dua Kapal Tanker UEA




