Washington: Komandan Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, menuduh Iran secara sengaja menargetkan warga sipil dan pelayaran komersial di kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Washington dan Teheran.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa, 14 Juli 2026, Cooper mengatakan Iran telah menyerang tujuh kapal komersial dalam sepekan terakhir yang mengakibatkan sejumlah korban dari kalangan awak sipil.
"Selama tujuh hari terakhir, Iran secara sengaja menargetkan warga sipil di seluruh kawasan dengan menyerang tujuh kapal komersial, yang menyebabkan hampir selusin awak sipil tewas, hilang, atau mengalami luka-luka," kata Cooper.
Selain serangan terhadap kapal dagang, Cooper juga menuduh Teheran meluncurkan puluhan rudal dan drone ke arah sejumlah negara Teluk yang bertetangga dengan Iran.
Menurut dia, tindakan tersebut telah meningkatkan ancaman terhadap stabilitas kawasan serta keselamatan warga sipil.
"Pasukan Amerika Serikat meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak beralasan dan terus membahayakan nyawa orang-orang yang tidak bersalah," ujarnya, dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 15 Juli 2026. AS Lanjutkan Serangan terhadap Iran Pernyataan Cooper disampaikan beberapa jam setelah CENTCOM mengumumkan bahwa pasukan Amerika kembali melancarkan gelombang serangan baru terhadap target-target di Iran pada Selasa.
Komando militer tersebut juga mengonfirmasi dimulainya kembali blokade laut terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran mulai pukul 16.00 waktu timur Amerika Serikat.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut dalam beberapa hari mendatang.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan pasukan Amerika terus menghantam berbagai target di sepanjang wilayah pesisir Iran.
"Kami menghantam mereka dengan sangat, sangat keras. Kami menyerang setiap hal yang mereka miliki di sepanjang pantai dan kawasan pesisir. Serangan itu akan terus berlangsung sampai saya mengatakan sudah cukup," kata Trump.
Trump juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan mulai menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada pekan depan apabila Teheran tidak kembali ke meja perundingan.
Ancaman tersebut menandai kemungkinan perluasan target operasi militer Amerika dari fasilitas militer menuju infrastruktur strategis nasional Iran, yang berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: India Sampaikan Protes Usai Warganya Tewas dalam Serangan Iran di Selat Hormuz




