Kendaraan elektrifikasi (xEV) di Indonesia yang saat ini tengah populer meliputi battery electric vehicle (BEV), hybrid electric vehicle (HEV), dan Plug-in HEV (PHEV) kian naik daun. Penjualannya bahkan sudah tembus ratusan ribu unit.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) terbaru, distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) kelompok xEV sepanjang Januari hingga Juni 2026 jumlahnya sudah 117.108 unit. Kontribusinya 26,8 persen dari toal pasar yang 436.564 unit.
Rincianya, segmen kendaraan elektrik murni atau BEV sedang mendominasi dengan total penjualan 69.739 unit atau menyumbang 59,6 persen dari keseluruhan xEV. Kemudian disusul hibrida HEV yang perolehannya 42.366 unit atau 36,2 persen dari akumulasi total.
Kemudian PHEV hasilnya terbilang positif dengan catatan 5.003 unit yang tersalurkan ke jaringan diler alias porsinya 4,3 persen dari semua jenis xEV yang terjual. Capaian 6 bulan awal 2026 bahkan sudah mendekati seluruh penjualan 2025 sebanyak 175.144 unit.
Bukan tidak mungkin seluruh penjualan kendaraan elektrifikasi hingga tutup tahun mendatang bakal melampaui hasil 2025 lalu. Menariknya, performa tersebut justru terjadi saat pasar otomotif domestik sedang tidak diguyur banyak insentif.
Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika tak menampik rapor positif tersebut efek dari berbagai program stimulus pemerintah yang menyasar kendaraan elektrifikasi sejak beberapa tahun terakhir. Utamanya untuk pembelian BEV dan HEV.
"Ada yang namanya program low carbon emission, diperluas di mana BEV dan HEV semua mendapatkan bea masuk barang mewah diturunkan. BEV diberikan bea masuk barang mewah nol persen, hybrid PHEV sekitar 4-9 persen. Kendaraan biasa itu yang tinggi, ini kita lihat sangat mendukung pengembangan BEV di Indonesia," buka Putu saat konferensi pers GIIAS 2026 di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Putu menambahkan, hasil tersebut sangat terlihat sejak enam tahun terakhir. Dimulai dari 2020 di mana pangsa pasar xEV belum mampu mencapai satu persen, namun pada tahun-tahun berikutnya angkanya kian membesar.
"Kalau kita lihat tahun 2020-an itu belum sampai 1 persen, 2022 sudah 1,2 persen, 2024 itu di 12 persen, dan sekarang 2026 ini sampai Juni sudah sampai 26 persen. Market share 26 persen, yang termasuk EV itu adalah BEV, PHEV, dan HEV. Perkembangannya cukup bagus," paparnya.





