Penumpang Berdesakan, DPR Ingatkan Risiko Bahaya di KRL

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kepadatan penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek yang kian tinggi memicu potensi risiko keselamatan, terutama saat beban tekanan pada dinding dan kaca rangkaian tidak sebanding dengan kapasitas desain.

Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto menilai kondisi di lapangan menunjukkan tekanan penumpang sudah melampaui batas kenyamanan. Dia menyebut situasi itu berpotensi menimbulkan masalah serius.

“Kalau kita lihat kondisi di kereta api saat ini, penumpang sudah 'empel-empelan'. Di sisi lain, ada peringatan untuk tidak bersandar di dinding atau kaca, tapi dalam kondisi seperti itu, masyarakat seringkali tidak punya pilihan lain,” ujar Edi saat ditemui awak media di sela rapat di Komisi V DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Ia juga menyoroti aspek teknis yang kerap luput dari perhatian. Menurutnya, kekuatan struktur rangkaian harus sejalan dengan kondisi operasional di lapangan.

“Kalau memang kekuatan kaca atau struktur tidak mampu menahan tekanan dari dorongan penumpang, ini bisa menjadi potensi masalah keselamatan yang serius,” tegas politikus PDI Perjuangan itu.

Dalam situasi tersebut, Edi menilai langkah mitigasi risiko menjadi kunci. Namun hingga kini, ia belum melihat upaya mitigasi yang jelas dan terukur.

“Di sinilah pentingnya mitigasi risiko. Namun, langkah-langkah mitigasi ini belum terlihat secara jelas. Seharusnya ada perhatian khusus, apalagi ini berkaitan dengan keselamatan transportasi publik,” ungkapnya.

Edi juga menekankan peran operator dalam memastikan standar keselamatan berjalan optimal. Ia menyebut pengelolaan sistem transportasi tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab operator.

“Kita juga harus melihat bahwa ini tidak bisa dilepaskan dari peran operator, dalam hal ini KAI. Semua pihak harus bertanggung jawab dan menyelesaikan persoalan ini satu per satu,” tutur legislator dapil Jambi itu.

Selain itu, ia mendorong penguatan sistem keselamatan berbasis teknologi. Sistem pengereman otomatis dan persinyalan dinilai harus bekerja maksimal.

“Termasuk memastikan sistem seperti automatic brake control berjalan optimal, serta sistem persinyalan yang benar-benar andal,” pungkas Edi, yang juga pernah menjabat Ketua DPRD Provinsi Jambi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri dan Polisi China Saling Tukar Buronan
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Polisi Investigasi Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswa USU
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
ART di Jakbar Kuras Rekening Majikan Rp 450 Juta, Dipakai Beli Mobil-Perhiasan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Viral Pria Diduga Lakukan Aksi Tak Pantas terhadap Food Vlogger Asal Korea Selatan di Restoran Blok M
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
DPR Pertimbangkan Bahas RUU Ketenagakerjaan Selama Masa Reses, Komisi IX Sebut Revisi Mendesak
• 23 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.