Istri dan Anak Pelaku Curanmor di Kendari 2 Hari Tak Makan, Polisi Beri Bantuan

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Kendari -

Polisi menangkap pria bernama Arif (26) atas kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Saat melakukan pengembangan, polisi menemukan kondisi miris istri dan anak pelaku yang sudah 2 hari kelaparan. Keduanya akhirnya diberikan bantuan.

"Itu spontanitas saja karena nilai kemanusiaan. Kami kasihan dengan kondisi istri pelaku ini. Setelah kami cek ternyata benar, tidak ada bahan makanan di dalam rumah," kata Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau kepada wartawan, dilansir detikSulsel, Senin (13/7/2026).

Baca juga: 2 Maling Motor di 20 TKP Depok Ditangkap, 1 Pelaku Residivis

Welliwanto menjelaskan, pihaknya awalnya mendatangi rumah kontrakan istri pelaku di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kendari, Selasa (7/7) dini hari, untuk melakukan pengembangan kasus curanmor. Namun, situasi yang ditemui di lokasi membuat personel kepolisian tersentuh.

"Awalnya kami ke sana untuk pengembangan kasus curanmor. Tetapi setelah melihat langsung kondisi keluarganya, kami berinisiatif membantu semampu kami," ujarnya.

Saat berada di rumah kontrakan tersebut, polisi mendapati istri pelaku tinggal bersama anaknya yang masih kecil. Anak itu diketahui merupakan penyandang autisme dan sedang mengalami demam tinggi sehingga membutuhkan penanganan medis.

"Anak ibu ini juga autis, harus mengonsumsi obat. Saat kami cek ternyata sedang demam tinggi. Kami membelikan obat-obatan, makanan, dan kebutuhan lainnya," jelas Welliwanto.

Baca juga: Detik-detik Rahmat Dimas Kepergok Ambil Kunci Motor lalu Bunuh Ojol di Tangerang

Menurutnya, sejak suaminya ditangkap, wanita tersebut menjalani hidup dengan kondisi serba terbatas. Selain tidak memiliki telepon genggam dan keluarga di Kendari, isi dapur rumah kontrakannya juga kosong tanpa persediaan bahan makanan.

"Bahkan untuk minum saja, ibu dan anaknya memasak air keran yang ada di perumahan itu. Dua hari tidak makan layak," ungkapnya.

Melihat kondisi itu, polisi kemudian membelikan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, telur, air mineral, popok, makanan, hingga obat-obatan. Polisi juga membantu biaya pemulangan ibu dan anak tersebut ke Baubau agar dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.

Baca selengkapnya di sini




(idh/imk)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gus Yahya Mencalonkan Diri sebagai Ketum PBNU Lagi, Ini Alasannya
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Komisi X DPR soal 3 Santri Dibakar: Yang Terlibat Jangan Dilindungi
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah dan OJK Kaji Insentif Pajak untuk ETF Emas Non-Delivery
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
ITS luncurkan traktor listrik untuk lahan gambut pesanan Kementan
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Ketika Opini dan Berita Melebur Jadi Satu di Layar Ponsel Kita
• 18 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.