Prasabti Pesti Ditunjuk Jadi Plt Dirut PT Pos

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pekerja melakukan penyortiran paket yang datang dari luar negeri di Kantor Regional IV PT. Pos Indonesia (Persero) di Jln. Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (6/2/2019). Meskipun sejumlah pekerja dari Serikat Pekerja Pos Indonesia (SPPIKB) menggelar aksi demo aktivitas pengiriman tetap berjalan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Pos Indonesia (Persero) mengumumkan perubahan direksi melalui keterbukaan informasi yang dipublikasikan hari ini, Rabu (15/7/2026).

Prasabri Pesti ditunjuk sebagai Plt Direktur Utama menggantikan Daud Joseph yang sebelumnya mengundurkan diri setelah tiga bulan menjabat. Selain itu tidak ada perubahan di jajaran direksi Pos Indonesia. 

Sebagai informasi Prasabri merupakan direktur transformasi dan IT Pos Indonesia. Mengutip laman resmi PT Pos, sebelum menjadi direksi di perusahaan logistik pelat merah tersebut, Prasabri sempat Head of Digital Vertical Ecosystem Telkom Indonesia dan Direktur Utama PT PINS Indonesia.


Adapun sebagaimana diberitakan sebelumnya, Daud Joseph mengundurkan diri dari kursi utama direktur utama Pos Indonesia. Permintaan mundur telah diterima BUMN logistik tersebut pada 2 Juli 2026.

"Alasan pengunduran diri adalah murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi yang bersangkutan," kata Corporate Secretary Iwan Gunawan dalam keterangan tertulis, Kamis (2/6/2026).

Sementara itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengungkapkan bahwa Joseph ditugaskan memimpin proses pembenahan Pos Indonesia melalui due diligence menyeluruh terhadap kondisi keuangan, operasional, tata kelola, dan organisasi perusahaan.

"Berdasarkan hasil asesmen tersebut, yang bersangkutan menyampaikan bahwa PT Pos Indonesia memerlukan revamp yang menyeluruh dan fundamental. Menurut beliau, kompleksitas persoalan yang dihadapi serta agenda restrukturisasi ke depan membutuhkan expertise yang lebih spesifik untuk memimpin fase transformasi berikutnya," kata Managing Director Stakeholders Management & Communications Rohan Hafas dalam keterangan resmi, Jumat (3/6/2026).

Baca: Kas Tak Cukup, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Sukuk Rp24,12 Miliar

Rohan menjelaskan bahwa berdasarkan hasil due dilligence ditemukan berbagai persoalan keuangan hingga tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun.

Pihaknya juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Yang perlu dipahami, PT Pos Indonesia saat ini memang sedang kami benahi secara menyeluruh. Dari proses due diligence dan evaluasi yang berjalan, kami menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun," kata Rohan.

Oleh karena itu, satu per satu persoalan yang selama ini membebani perusahaan harus kami bereskan. Tidak ada ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan. Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum.

Saat ini, Perseroan memprioritaskan untuk PT Pos Indonesia kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu menjalankan mandatnya secara optimal bagi masyarakat.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video:Harga Batu Bara Ambruk, BUMN Khusus Ekspor RI Jadi Sorotan Dunia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Bahas Penguatan Ekonomi dan Government Technology Bersama Dewan Ekonomi Nasional
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KSP Dudung: Presiden Prabowo Tak Suka Birokrasi Menjelimet!
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Dalih Iseng Berujung Tersangka bagi Peneror SDN di Srengseng Sawah
• 8 jam laludetik.com
thumb
Parlemen Tiba-Tiba Pecat Presiden, Bersih-Bersih Rezim Lama
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kuasa Hukum Don Ritto Ungkap Uang di Kafe de Clan-Money Changer Buat Bangun Pelabuhan di Kaltim
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.