Fans Argentina Bakar Bendera Inggris Jelang Semifinal Piala Dunia 2026, Rivalitas Lama Memanas

medcom.id
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Rivalitas Argentina dan Inggris kembali menjadi sorotan menjelang duel semifinal Piala Dunia 2026. Sejumlah suporter Argentina terekam membakar bendera Union Jack dalam sebuah perayaan di Buenos Aires, memicu kontroversi sebelum kedua negara bertemu dalam laga perebutan tiket final di Atlanta Stadium, Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB. 
 
Berdasarkan laporan media Inggris Mirror, video tersebut beredar luas di media sosial sehari menjelang pertandingan semifinal. Sejumlah fans Argentina terlihat menyalakan bendera Inggris di kawasan Escobar, wilayah yang berada tidak jauh dari ibu kota Argentina.
 
Para pendukung tersebut terdengar bersorak ketika api mulai membakar bendera, sementara beberapa orang lainnya melompat dan menyanyikan yel-yel bernada provokasi.

Aksi itu sejatinya terjadi setelah Argentina memastikan kemenangan atas Swiss pada babak sebelumnya, sementara Inggris lebih dulu mengamankan tiket semifinal pada hari yang sama.
 
Pertemuan Argentina dan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 menjadi salah satu laga paling dinantikan karena kedua negara memiliki sejarah rivalitas yang panjang, tidak hanya dalam sepak bola tetapi juga di luar lapangan.
  Rivalitas Argentina dan Inggris Tidak Hanya Soal Sepak Bola
Duel Argentina kontra Inggris selalu memiliki cerita tersendiri dalam sejarah sepak bola dunia.
 
Kedua negara terakhir kali bertemu dalam pertandingan resmi Piala Dunia pada 2002, sementara pertemuan terakhir secara umum terjadi melalui laga persahabatan pada 2005.
 
Namun, hubungan Argentina dan Inggris memiliki latar belakang sejarah yang lebih kompleks. Salah satu isu terbesar yang masih menjadi bagian dari identitas nasional Argentina adalah konflik Kepulauan Falkland atau yang disebut Argentina sebagai Las Malvinas pada 1982.
 
Bendera Union Jack sendiri memiliki keterkaitan sejarah dengan Inggris dan juga menjadi bagian dari simbol resmi Kepulauan Falkland.
 
Hal tersebut membuat tindakan pembakaran bendera oleh sebagian fans Argentina kembali memunculkan perdebatan di media sosial.
 
Salah satu pengguna media sosial mempertanyakan aksi tersebut karena Inggris menggunakan simbol St George's Cross dalam sepak bola, bukan Union Jack sebagai identitas utama tim nasional.
 
"Apakah mereka benar-benar tidak tahu atau bagaimana?" tulis salah satu pengguna media sosial.
 
Pengguna lainnya juga mengkritik aksi tersebut dengan menyebut bahwa kesalahan penggunaan simbol menunjukkan kurangnya pemahaman sejarah dan geografis.
  Nyanyian Las Malvinas dari Pemain Argentina Ikut Disorot
Ketegangan menjelang pertandingan semakin meningkat setelah sejumlah pemain Argentina juga terlihat menyanyikan lagu yang berkaitan dengan Kepulauan Falkland setelah kemenangan atas Swiss.
 
Dalam rekaman dari ruang ganti, beberapa pemain Argentina terdengar menyanyikan:
 
"Untuk Malvinas, untuk Diego (Maradona), untuk yang terakhir bagi Leo (Lionel Messi)."
 
Nyanyian tersebut langsung mendapat perhatian karena membawa isu sejarah ke dalam suasana perayaan kemenangan.
 
Namun, pelatih Argentina Lionel Scaloni meminta seluruh pihak tidak membawa pertandingan tersebut ke arah konflik di luar sepak bola.
  Scaloni Ingatkan Argentina vs Inggris Tetap Pertandingan Sepak Bola
Lionel Scaloni menegaskan bahwa pertandingan semifinal harus dipandang sebagai laga olahraga, bukan sebagai perpanjangan konflik sejarah kedua negara.
 
"Pesannya adalah ini pertandingan sepak bola. Itu yang bisa saya katakan," ujar Scaloni.
 
"Kami akan menghadapi lawan yang sangat kuat. Mereka memiliki pelatih yang luar biasa. Ini adalah pertandingan sepak bola dan hanya itu," imbuhnya.
 
Scaloni juga meminta para pemainnya menjaga fokus karena Inggris merupakan salah satu tim terbaik yang berhasil mencapai semifinal.
 
Menurutnya, emosi memang tidak bisa dipisahkan dari pertandingan besar, tetapi profesionalisme harus tetap menjadi prioritas.
  Jose Lopez Akui Duel Argentina vs Inggris Punya Sejarah Panjang
Penyerang Argentina Jose Lopez juga mengakui bahwa pertandingan melawan Inggris memiliki makna khusus karena adanya sejarah panjang antara kedua negara.
 
"Jelas, baik di dalam maupun di luar lapangan, pertandingan ini memiliki banyak sejarah, banyak rasa sakit, dan banyak hal di belakangnya," ujar Lopez.
 
Namun, ia menegaskan bahwa para pemain Argentina tetap akan menghadapi pertandingan tersebut dengan cara profesional.
 
"Kami adalah profesional dan akan bermain seperti setiap pertandingan lainnya: sampai detik terakhir, memberikan segalanya di lapangan," kata Lopez. (Mirror)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaksa Minta Hakim Tolak PK Nikita Mirzani, Pertahankan Putusan Kasasi
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Prospek Komoditas Mulai Terbelah, Saham Batu Bara hingga Logam Jadi Unggulan
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Anemia Masih Jadi Tantangan Kesehatan Serius di Tanah Air
• 41 menit lalurepublika.co.id
thumb
KPK Dalami Peran Anggota BPK Robby Rizaldi di Kasus Bupati Muara Enim
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Presiden Bahas Penguatan Ekonomi dan Government Technology Bersama Dewan Ekonomi Nasional
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.