Pantau - Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Matt Thistlethwaite mengatakan fasilitas Australian Reading Corner di Perpustakaan Masjid Istiqlal, Jakarta, menjadi sarana memperkuat hubungan masyarakat Indonesia dan Australia melalui literasi serta pengenalan budaya kepada generasi muda.
Literasi Jadi Jembatan PersahabatanSaat mengunjungi Australian Reading Corner di Masjid Istiqlal, Rabu (15/7), Thistlethwaite menyampaikan fasilitas tersebut diharapkan menjadi jembatan bagi anak-anak Indonesia untuk mengenal sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Australia.
"Pojok baca ini untuk menumbuhkan rasa saling menghormati, mempererat persahabatan antara masyarakat Australia dan Indonesia, serta meningkatkan pemahaman anak-anak Indonesia tentang budaya, warisan, dan cara hidup masyarakat Australia," katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Thistlethwaite juga menyaksikan kegiatan Read Aloud with Australian Diplomat, ketika sejumlah diplomat Australia membacakan buku bertema Australia kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah di Madrasah Istiqlal Jakarta.
Menurut Thistlethwaite, tidak semua anak Indonesia memiliki kesempatan mengunjungi Australia sehingga keberadaan ratusan koleksi buku di Australian Reading Corner diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai budaya, sejarah Islam di Australia, serta nilai-nilai multikulturalisme dan keberagaman.
"Dengan adanya buku-buku ini serta para guru yang mengajarkan tentang satwa khas Australia, berbagai ikon penting kami, kondisi geografis Australia, dan sejarah kami, maka hal itu menjadi langkah penting dalam membangun persahabatan di masa depan," ujarnya.
Simbol Penguatan Hubungan BilateralDirektur The Voice of Istiqlal (VOIST) Mulyono Lodji mengatakan Kedutaan Besar Australia di Jakarta selama ini menjalin komunikasi intensif dengan VOIST untuk mendukung berbagai program di Australian Reading Corner.
Mulyono menilai kunjungan Thistlethwaite menjadi simbol semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Australia sekaligus menunjukkan peran Masjid Istiqlal sebagai pusat peradaban yang mendorong dialog, pendidikan, dan kolaborasi antarbangsa.
"Ini adalah satu proses edukasi yang sangat baik. Bahkan, dalam bentuk story atau dalam bentuk cerita-cerita, yang itu memberikan proses edukasi yang sangat baik. Kami memaknai bahwa kedatangan beliau datang ke Istiqlal adalah sebagai simbol persahabatan, sebagai simbol penguatan kerja sama antara Indonesia dengan Australia," ujar Mulyono.




