Spanyol Kalahkan Prancis 2–0 dan Melaju ke Final Piala Dunia FIFA 2026

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

Spanyol akan menghadapi pemenang laga Inggris versus Argentina di final pada 19 Juli, sementara Prancis akan bermain dalam perebutan tempat ketiga pada 18 Juli.

EtIndonesia.com Sepasang gol, ditambah pertahanan yang kokoh dan penampilan gemilang kiper Spanyol, menjadi terlalu berat bagi Prancis untuk diatasi, sekaligus mengakhiri upaya Les Bleus mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Pada menit ke-58, Pedro Porro menyelesaikan kombinasi umpan satu-dua setelah rekan setimnya, Dani Olmo, menyentuh bola satu kali ke arahnya saat terjatuh ke tanah. Porro berdiri bebas di area depan gawang dan melepaskan tendangan keras kaki kanan ke sudut kanan bawah gawang yang tak mampu dihentikan kiper Prancis, Mike Maignan.

Spanyol lebih dahulu unggul melalui Mikel Oyarzabal lewat tendangan penalti pada menit ke-21. Ia mengarahkan bola dengan kaki kiri ke sudut kanan bawah gawang.

Spanyol, yang hanya kebobolan satu gol dalam enam pertandingan sepanjang turnamen ini, berhasil meredam bintang Prancis Kylian Mbappé. Penyerang sayap kiri itu menerima umpan panjang dari Ousmane Dembélé dan bergerak menuju tengah kotak penalti, tetapi tiga pemain bertahan Spanyol mampu menutup ruang sebelum ia sempat melepaskan tembakan.

Hingga jeda minum babak pertama, kedua tim relatif seimbang dalam penguasaan bola dan peluang menyerang. Namun, Prancis merugikan diri sendiri dengan tiga pelanggaran, satu kartu kuning, dan penalti yang berujung gol.

Sebelum Oyarzabal mengeksekusi penalti, bek Prancis Lucas Digne melakukan tekel ceroboh terhadap Lamine Yamal. Saat berusaha menyapu bola yang memantul, Digne justru menendang lawannya.

Masalah Prancis bertambah ketika bek William Saliba harus ditarik keluar pada babak pertama karena cedera. Gelandang Adrien Rabiot juga diganti sebelum babak kedua dimulai setelah menerima kartu kuning.

Ini menjadi pertama kalinya sepanjang turnamen Prancis tertinggal dari lawannya. Gol penalti Oyarzabal juga merupakan gol pertama yang bersarang ke gawang Les Bleus pada fase gugur.

Prancis sebenarnya memiliki beberapa peluang. Pada menit ke-67, Mbappé melepaskan tendangan keras mendatar yang hanya melenceng tipis dari sasaran. Tim asuhan Didier Deschamps sempat mendominasi penguasaan bola di sekitar kotak penalti Spanyol pada awal babak kedua, tetapi jarang mendapatkan peluang tembak yang benar-benar bersih.

Pada menit ke-82, kiper Spanyol Unai Simón berada cukup jauh dari gawangnya setelah terjadi kehilangan bola. Melihat celah tersebut, pemain pengganti Prancis Désiré Doué langsung melepaskan tembakan. Namun, Simón memilih mengambil posisi yang tepat untuk menghadang bola dan berhasil melakukan penyelamatan.

Beberapa detik kemudian, pemain pengganti Prancis Théo Hernandez menggiring bola hingga masuk jauh ke area penalti dan berhadapan satu lawan satu dengan Simón. Namun, sang kiper melompat ke depan dan menangkap bola sebelum Hernandez sempat menembak atau mengoper.

Pada menit ke-88, tendangan bebas Mbappé dari sisi kiri luar kotak penalti melambung tinggi dan melebar dari sasaran.

Dembélé memperoleh dua peluang pada masa tambahan waktu, tetapi Simón kembali tampil gemilang dengan menggagalkan keduanya.

Meski Prancis telah dua kali menjuarai Piala Dunia (1998 dan 2018), dibandingkan satu gelar milik Spanyol (2010), tidak ada tim yang lebih sering mengalahkan Prancis dalam kompetisi internasional selama 20 tahun terakhir, termasuk Kejuaraan Eropa, selain Spanyol.

Lamine Yamal, yang baru berusia 19 tahun, masih belum mencetak gol pertamanya di Piala Dunia. Ia memiliki beberapa peluang emas di depan gawang, tetapi digagalkan oleh tekanan lawan, pelanggaran, atau posisi offside.

Bek Spanyol Pedro Porro menyebut kemenangan timnya di semifinal sebagai “mimpi yang menjadi kenyataan.”

“Saya pikir kami memainkan pertandingan yang luar biasa. Kami memberikan segalanya demi mencapai final. Kami tahu bahwa kami adalah tim yang sangat kuat dan sedang melakukan banyak hal dengan sangat baik. Inilah tim kami,” katanya kepada Fox Sports setelah pertandingan.

Porro mencetak gol kedua yang memastikan kemenangan Spanyol 2–0.

Pelatih Prancis Didier Deschamps mengatakan timnya melakukan terlalu banyak kesalahan teknis dan tidak tampil dalam kondisi fisik terbaik.

“Tim Spanyol menjalankan rencana permainan mereka dengan sangat baik,” katanya kepada reporter FIFA setelah pertandingan.

Pemain pengganti Prancis Rayan Cherki mengatakan bahwa timnya seharusnya bisa tampil lebih baik.

“Kami seharusnya bermain lebih baik, tetapi kami tidak melakukannya hari ini,” ujarnya kepada reporter FIFA.

Oyarzabal, pencetak gol pertama Spanyol, mengaku sulit menggambarkan kebahagiaannya setelah membawa timnya lolos ke final.

“Ketika masih kecil, Anda bahkan tidak berani memimpikan hal-hal seperti ini,” katanya kepada reporter FIFA setelah pertandingan.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memuji sikap, kerja keras, bakat, dan pengorbanan para pemainnya.

“Saya selalu terkejut dengan apa yang mampu dilakukan tim ini,” katanya dalam konferensi pers usai pertandingan.

“Semuanya telah direncanakan agar kami mencapai momen penting ini dalam kondisi terbaik yang memungkinkan.”

Artikel ini sebelumnya terbit dalam bahasa Inggris di Theepochtimes.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kubu Roy Suryo Nilai Ahli Polda Metro Tak Kuasai UU ITE di Sidang Praperadilan
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Karhutla 28 Hektare di Trumon Timur Aceh Selatan Tersisa Asap Tipis
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wamen Viva: Lahan Transmigrasi Harus Berstatus Clear, Clean dan Free.
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pernyataan Berkelas Pelatih Spanyol Usai Hancurkan Prancis
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Ekonomi China Kuartal II 2026 Cuma Tumbuh 4,3%, Terlemah dalam 3 Tahun Terakhir
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.