Gowa: Sebanyak 90 pelajar dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, akan mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat pada Tahun Ajaran 2026/2027. Puluhan murid dari berbagai jenjang tersebut akan disebar ke Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) yang ada di wilayah Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Firdaus, merinci bahwa dari 90 siswa asal Kabupaten Gowa tersebut, sebanyak 60 siswa akan menempuh pendidikan di SRT Takalar. Sementara itu, 30 siswa lainnya akan bersekolah di SRT Tingkat Provinsi Sulsel di Kota Makassar.
"Alhamdulillah, hari ini kita melepaskan siswa-siswi Sekolah Rakyat mulai dari tingkat dasar, menengah pertama, hingga menengah atas. Sebanyak 60 orang akan belajar di Kabupaten Takalar, sedangkan sisanya ditempatkan di Sekolah Rakyat Provinsi," kata Firdaus di Gowa, Rabu, 15 Juli 2026.
Baca Juga :
MPLS Sekolah Rakyat Dimulai, Mensos Targetkan Kapasitas 2.000 Siswa per Gedung"Tetaplah semangat anak-anak, raihlah masa depanmu setinggi mungkin," ucapnya.
Di kesempatan yang sama, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Gowa, Rahmawati Djalil, menegaskan bahwa kegiatan pelepasan ini bukan sekadar seremoni. Momen ini merupakan awal perjalanan besar bagi para siswa dalam membentuk karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa.
"Hari ini adalah titik awal perjalanan besar anak-anak sekalian untuk membentuk karakter, memperluas wawasan, mengasah kemampuan, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang kelak mampu memimpin bangsa dan negara," ujar Rahmawati.
Ilustrasi.
Menurutnya, setiap anak memiliki mimpi yang layak diperjuangkan melalui semangat belajar, kerja keras, kedisiplinan, dan doa. Ia pun mengajak seluruh siswa memanfaatkan kesempatan emas ini sebaik-baiknya.
"Jadikan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat sebagai kesempatan emas untuk mengubah masa depan. Pendidikan bukan sekadar jalan menuju pekerjaan, tetapi jalan untuk membangun kehidupan yang lebih bermartabat," tuturnya.
Rahmawati juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sebuah daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik. Lebih dari itu, indikator keberhasilan juga terlihat dari semakin banyaknya anak yang memperoleh pendidikan layak, tumbuh menjadi pribadi berakhlak mulia, dan kelak kembali mengabdi untuk membangun Kabupaten Gowa.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat 24 Gowa, Anwar, menjelaskan bahwa para siswa yang dilepas saat ini masih berada pada tahap pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Mereka nantinya akan mengikuti pembukaan MPLS secara resmi di lokasi masing-masing.
"Kami berharap seluruh orang tua memberikan dukungan penuh kepada anak-anak mereka selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan," pungkas Anwar.




