jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan proses pengambilalihan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) oleh pemerintah sudah diputuskan dan kini memasuki tahap finalisasi administrasi
Ia menyebut keputusan mengenai pengalihan pengelolaan KCIC pada dasarnya telah diambil. Saat ini pemerintah hanya menyelesaikan tahapan administrasi sebelum proses tersebut dapat direalisasikan.
BACA JUGA: Kereta Cepat Whoosh Angkut Hingga 126.169 Penumpang Selamat Libur Panjang
"Ini lagi proses administrasinya. Itu udah diputusin, sebenarnya udah putus tinggal proses administrasinya sedang berjalan. Begitu Danantara-nya kita clear, udah selesai. Nanti baru kita lapor lagi ke Presiden," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Purbaya menyampaikan KCIC nantinya akan diserahkan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kepada dirinya sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA: Hari Kedua Lebaran, 175 Ribu Tiket Kereta Cepat Whoosh Ludes
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan penyelesaian KCIC tidak harus menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan lain melalui berbagai instrumen yang dimiliki.
"KCIC-nya kan sekarang masih di Danantara, nanti akan diserahkan ke saya karena kan perintah Pak Presiden kita yang beresin gitu. Tapi nggak harus APBN kepakai, saya punya skema tertentu di mana ada tools-tools, vehicle-vehicle kita di luar yang sekarang ada bisa menangani KCIC," terangnya.
BACA JUGA: Begini Perintah Prabowo soal Utang Segunung Kereta Cepat Whoosh
Meski demikian, Purbaya belum bisa memberikan informasi lebih rinci lantaran proses penyerahan KCIC belum rampung.
Ia juga membantah adanya kemungkinan KCIC akan dikelola dalam bentuk Badan Layanan Umum (BLU).
"Siapa bilang (KCIC jadi BLU), nggak ada. Pokoknya dikasih ke saya, saya beresin sudah," pungkasnya.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




