Iran menyatakan akan memberikan respons tegas setelah serangan udara yang disebut dilakukan Amerika Serikat (AS) menewaskan sedikitnya tujuh tentaranya. Serangan yang terjadi pada Rabu itu juga dilaporkan melukai ratusan orang dan memperburuk ketegangan antara kedua negara.
Dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Rabu 15 Juli 2026, pihak militer Iran menegaskan akan segera membalas tindakan yang mereka sebut sebagai agresi Amerika Serikat. Ancaman tersebut muncul setelah sejumlah fasilitas militer Iran menjadi sasaran serangan rudal.
Menurut laporan televisi pemerintah Iran, Amerika Serikat menembakkan sedikitnya 13 rudal yang menghantam sejumlah target militer. Salah satu serangan dilaporkan mengenai Barak Brigade Infanteri Mekanisasi ke-388 di Bampor, Provinsi Sistan dan Baluchestan.
Baca Juga :
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dilaporkan melancarkan serangkaian serangan di wilayah dekat garis pantai Iran dan Selat Hormuz sejak Selasa. Serangan itu terjadi setelah Washington mengumumkan kembali penerapan blokade laut terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengatakan eskalasi serangan AS dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan lebih dari 30 orang meninggal dunia.




