Satu Dekade Setelah Percobaan Kudeta, Turki Klaim Sistem Demokrasinya Kian Tangguh

metrotvnews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Turki mengklaim sistem demokrasinya kini semakin kuat dan tangguh satu dekade setelah upaya kudeta yang gagal menggulingkan pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada 15 Juli 2016.

Duta Besar Turki untuk Indonesia Talip Küçükcan mengatakan pengalaman menghadapi percobaan kudeta menjadi pelajaran penting bagi negaranya untuk memperkuat institusi demokrasi, konstitusi, serta kesadaran masyarakat dalam menjaga sistem pemerintahan yang demokratis.

"Dalam 10 tahun terakhir kami melihat betapa pentingnya menjaga demokrasi. Kami juga belajar bahwa institusi demokrasi harus diperkuat agar lebih kuat dan tangguh dalam melindungi demokrasi," kata Küçükcan kepada wartawan usai peringatan 15th July Democracy and National Unity Day di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Menurut Küçükcan, salah satu pelajaran terbesar dari peristiwa tersebut adalah perubahan politik harus ditempuh melalui mekanisme demokrasi, bukan melalui kekerasan.

"Kalau ingin melakukan perubahan sosial maupun politik, jalurnya adalah melalui proses politik. Jangan menggunakan kekerasan ataupun agama untuk mencapai tujuan politik," ujarnya.

Küçükcan mengatakan pengalaman tersebut juga membuat berbagai elemen di Turki, mulai dari media, organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, hingga partai politik, mampu bersatu dalam menjaga nilai-nilai demokrasi.

"Apa yang kami miliki saat ini adalah demokrasi yang lebih kuat dan lebih tangguh dibandingkan 10 tahun setelah percobaan kudeta itu terjadi," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi penilaian sejumlah lembaga internasional, termasuk Freedom House, yang menilai kualitas demokrasi Turki mengalami kemunduran dalam beberapa tahun terakhir.

Menanggapi hal itu, Küçükcan menegaskan seluruh pemilu di Turki dipantau pengamat internasional dan berlangsung secara transparan. Ia juga menilai selalu ada ruang untuk memperbaiki kualitas demokrasi di setiap negara.

"Selalu ada ruang untuk perbaikan dalam demokrasi, baik demokrasi di Eropa, Amerika Serikat, Indonesia, maupun Turki," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Lakukan Revisi, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Berstatus Tersangka Dugaan Korupsi-TPPU
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Anggota BPK Bobby Rizaldi Penuhi Panggilan KPK
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
143.449 wajib pajak baru dongkrak penerimaan negara
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
1 Prajurit Meninggal dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Era Coblos Kertas Segera Berakhir, DPRD Gresik Dorong E-Voting untuk Pilkades 2026
• 3 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.