- Pasar keuangan RI ditutup kompak pada zona penguatan baik IHSG, Rupiah, maupun SBN.
- Wall Street kompak menguat ditopang saham teknologi
- Hasil testimoni Warsh, data PPI AS, dan penjualan ritel AS menjadi penggerak utama pasar hari ini .
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri ditutup kompak menguat. Bursa saham, surat berharga negara (SBN) dan rupiah menguat di tengah rilis berbagai sentimen positif.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan sedikit lebih lega walaupun masih akan menghadapi tantangan pada hari ini terutama karena perang yang belum menemukan titik terangnya.
Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup nyaris stagnan pada perdagangan kemarin, Rabu (15/6/2026).
IHSG ditutup hanya bergerak 2,45 poin atau 0,04% ke level 6.041,97. Sebanyak 348 saham naik, 286 turun, dan 331 tidak bergerak.
Pada perdagangan kemarin, volume pasar masih lesu. Nilai transaksi masih di bawah rata-rata harian, yakni Rp 11,69 triliun, melibatkan 28,69 miliar saham dalam 2,08 juta kali transaksi.
Pasar juga tercatat menutup perdagangan masih dalam posisi net foreign outflow pada sesi perdagangan kemarin sebesar Rp 153 miliar mengindikasikan net foreign outflow secara year to date sebesar Rp 77,57 triliun.
IHSG masih bergerak dengan volatilitas tinggi sampai dengan kemarin. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.081,23 (+0,69%) dan titik terendah 6.007,17 (-0,54%).
(gls/gls) Add as a preferred
source on Google




