Demi Jadi Hafiz Quran, Pemain Maroko Mau Pensiun usai Piala Dunia

cnbcindonesia.com
14 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Raquel Cunha

Jakarta, CNBC Indonesia - Timnas Maroko tampil gemilang di Piala Dunia 2026, meski langkah mereka harus terhenti di babak perempat final (8 besar). 

Usai tersingkir dari turnamen bola terbesar di dunia tersebut, salah satu pemain andalan Timnas Maroko berencana untuk pensiun. Bukan untuk mengejar karir di bidang lain, melainkan demi fokus ibadah dan mendekatkan diri pada Tuhan. 

Dia adalah Noussair Mazraoui, bek Manchester United sekaligus pemain di tim nasional Maroko. Mazraoui mengisyaratkan akan mengakhiri karier sepak bolanya setelah Piala Dunia 2026. Di usia yang baru menginjak 28 tahun, Mazraoui mengaku ingin mendedikasikan hidupnya untuk menghafal Al-Qur'an dan menjadi imam masjid.


Noussair Mazraoui melakukan pelanggaran terhadap Kylian Mbappe yang membuat Prancis mendapat hadiah penalti dalam pertandingan perempat final Piala Dunia FIFA 2026 di Boston Stadium, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, Kamis (9/7/2026). (IMAGN IMAGES via Reuters/Winslow Townson) 

Pernyataan tersebut pertama kali disampaikan Mazraoui dalam sebuah wawancara pada Maret 2026 dan kembali menjadi sorotan seiring dimulainya kiprah Maroko di Piala Dunia 2026.

"Saya mungkin akan memutuskan pensiun setelah Piala Dunia. Hidup ini singkat. Saya ingin menghafal Al-Qur'an dan suatu hari menjadi imam di sebuah masjid," kata Mazraoui. 

Hingga kini, pemain berusia 28 tahun itu belum memastikan kapan tepatnya akan gantung sepatu. Ia masih membuka kemungkinan untuk melanjutkan karier profesionalnya setelah turnamen berakhir.

Jika benar pensiun, keputusan Mazraoui terbilang tidak biasa. Sebab, ia masih berada dalam usia produktif sebagai pesepakbola dan masih menjadi salah satu bek andalan Manchester United serta tim nasional Maroko.

Keinginannya menghafal Al-Qur'an juga bukan perkara mudah. Dalam tradisi Islam, proses menghafal seluruh isi Al-Qur'an atau hifz membutuhkan waktu bertahun-tahun dengan disiplin tinggi. Sementara untuk menjadi imam, seseorang tidak hanya dituntut hafal Al-Qur'an, tetapi juga memiliki pemahaman ilmu agama dan kemampuan membimbing masyarakat.

Di luar lapangan hijau, Mazraoui juga mulai aktif di sektor keuangan syariah. Pada 25 Maret 2026, ia mengumumkan kerja sama dengan Wahed, platform fintech berbasis syariah. Dalam kerja sama tersebut, Mazraoui berperan sebagai mitra strategis sekaligus pemegang saham.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Piala Dunia 2026 Menuju Perempat Final, Argentina dan Swiss Lolos

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Studi: Orang yang Royal pada Pasangan Cenderung Lebih Bahagia, Ini Penjelasannya
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Kejari Pasuruan Fasilitasi Penetapan Wali 22 Anak Yatim Yayasan Metal Muslim
• 38 menit laluberitajatim.com
thumb
Prabowo: Proyek Blok Masela Percepat Kemajuan Indonesia Timur
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah Klaim Sudah Ambil Kereta Cepat, Purbaya: Pokoknya Dikasih ke Saya, Saya Beresin
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tragis, Wanita di Bekasi Babak Belur Dianiaya Pacar
• 9 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.