Bisnis.com, JAKARTA - Timnas Argentina menembus partai final Piala Dunia 2026 setelah melalui perjalanan yang dramatis sejak fase grup hingga babak perempat final.
Sebagai juara bertahan, Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu favorit untuk memenangi gelar tersebut lagi.
Dipimpin Lionel Messi yang kemungkinan menjalani Piala Dunia terakhirnya, Albiceleste memikul ekspektasi besar untuk mempertahankan gelar yang diraih di Qatar 4 tahun lalu.
Perjalanan tim asuhan Lionel Scaloni tidak selalu berjalan mulus. Meski tampil dominan pada fase penyisihan, Argentina beberapa kali dipaksa bekerja keras menghadapi perlawanan sengit lawan-lawannya di babak gugur.
Kini, Argentina hanya berjarak 1 kemenangan lagi untuk mengukir sejarah. Di final, mereka akan menghadapi Spanyol dalam duel sarat gengsi yang mempertemukan juara bertahan dunia dengan kampiun Piala Eropa 2024.
Lantas seperti apa perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026, berikut ulasannya: Fase GrupArgentina membuka kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan performa meyakinkan usai menundukkan Aljazair 3-0. Lionel Messi menjadi bintang kemenangan dalam laga yang sekaligus menandai penampilan internasionalnya yang ke-200.
Baca Juga
- Reuni 19 Tahun Messi dan Lamine Yamal, Kini Berhadapan di Final Piala Dunia 2026
- Final Piala Dunia 2026: Inggris Tersingkir, Tradisi Pelatih Senegara Masih Langgeng
- Lionel Messi Kejar Rekor Langka Cafu di Final Piala Dunia 2026
Kapten Albiceleste mencetak hat-trick dan menyamai rekor Miroslav Klose sebagai salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 16 gol.
Momentum positif berlanjut saat Argentina mengalahkan Austria 2-0. Meski sempat gagal mengeksekusi penalti pada awal pertandingan, Messi menebusnya dengan 2 gol yang memastikan tiket ke fase gugur lebih cepat.
Tim besutan Lionel Scaloni kemudian menutup fase Grup J dengan kemenangan 3-1 atas Yordania, sekaligus menyapu bersih seluruh laga penyisihan dan finis dengan poin sempurna 9 dari 3 laga.
Babak 32 BesarArgentina harus bekerja keras untuk melewati perlawanan Cape Verde dalam duel dramatis yang berakhir 3-2 di Miami.
Albiceleste 2 kali memimpin melalui gol Lionel Messi dan Lisandro Martinez, namun setiap keunggulan berhasil dibalas lawan lewat Deroy Duarte dan tendangan spektakuler Sidny Lopes Cabral.
Pertandingan akhirnya ditentukan pada babak perpanjangan waktu. Ketika laga memasuki menit ke-111, sepak pojok Messi memicu kemelut yang berujung gol bunuh diri Diney Borges.
Gol tersebut memastikan Argentina melangkah ke babak berikutnya setelah melalui salah satu pertandingan paling menegangkan di turnamen.
Babak 16 BesarArgentina kembali dipaksa bekerja keras untuk comeback saat menghadapi Mesir. Tim Tango sempat tertinggal 2 gol setelah Mostafa Zico membawa Mesir unggul hingga menit ke-67, membuat peluang Albiceleste lolos ke perempat final berada di ujung tanduk.
Namun, pasukan Lionel Scaloni menunjukkan mental juara. Cristian Romero dan Lionel Messi berhasil menyamakan kedudukan, meski Messi sebelumnya sempat gagal mengeksekusi penalti.
Gol tersebut juga memperpanjang catatan sang kapten yang selalu mencetak gol dalam 9 pertandingan Piala Dunia beruntun.
Kebangkitan Argentina disempurnakan oleh sundulan Enzo Fernandez pada injury time yang memastikan kemenangan 3-2 atas Mesir.
Perempat FinalArgentina melanjutkan langkahnya dengan menyingkirkan Swiss melalui kemenangan 3-1. Bagi Albiceleste, pertandingan ini menjadi penampilan kesembilan mereka di babak perempat final Piala Dunia, sekaligus menghidupkan kembali kenangan pertemuan kedua tim pada edisi 2014.
Saat itu, Argentina mengalahkan Swiss 1-0 lewat gol Angel Di Maria pada babak perpanjangan waktu.
Kali ini, Messi dan kawan-kawan dipaksa bekerja keras. Setelah ditahan imbang 1-1 oleh 10 pemain Swiss hingga babak kedua usai, Argentina akhirnya menang lewat gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez di babak tambahan.
Kemenangan membawa juara dunia 3 kali tersebut kembali menembus semifinal dan menjaga peluang meraih penampilan ketiga di empat edisi Piala Dunia terakhir.
SemifinalArgentina memastikan tempat di partai puncak setelah membalikkan keadaan saat menghadapi Inggris. The Three Lions sempat memimpin lebih dulu melalui Anthony Gordon pada menit ke-55, membuat Argentina berada dalam tekanan sepanjang babak kedua.
Kekuatan mental Argentina kembali ditunjukkan pada momen-momen kritis. Anak asuh Lionel Scaloni mampu bangkit saat laga tersisa kurang dari 10 menit.
Albiceleste menunjukkan karakter kuat di penghujung laga. Enzo Fernandez menyamakan kedudukan pada menit ke-85.
Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan pada masa injury time (90+2). Skor 2-1 mengantar Argentina kembali ke final Piala Dunia untuk kedua kali berturut-turut.
FinalFinal Piala Dunia 2026 akan mempertemukan 2 negara berbahasa Spanyol, Argentina dan Spanyol, dalam perebutan trofi paling bergengsi di sepak bola dunia. Duel ini menjadi pertemuan pertama kedua tim di Piala Dunia sejak fase grup edisi 1966, ketika Argentina menang 2-1.
Pertandingan ini juga menghadirkan dimensi historis menarik karena mempertemukan juara bertahan Piala Dunia Argentina melawan juara bertahan Piala Eropa Spanyol.
Dalam laga ini, Spanyol berkesempatan meraih gelar dunia kedua untuk menyamai koleksi trofi Prancis dan Uruguay. Sementara itu, jika mampu mempertahankan mahkota juara, Argentina akan mengoleksi empat gelar Piala Dunia, sejajar dengan Jerman dan Italia serta hanya terpaut satu trofi dari rekor milik Brasil.
Selain itu, partai final Piala Dunia 2026 diperkirakan menyajikan duel simbolis antara Lionel Messi dan bintang muda Spanyol Lamine Yamal yang merepresentasikan pertemuan dua generasi di panggung terbesar sepak bola dunia.





