JD Vance Tuding Sejumlah Pejabat Israel Dorong Konflik Iran Berlarut-larut

medcom.id
8 jam lalu
Cover Berita
Washington: Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menuding ada sebagian pejabat Israel yang berupaya memengaruhi opini publik di Amerika Serikat agar konflik dengan Iran terus berlanjut. Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah podcast bersama Joe Rogan, Rabu (15/7).

Menurut Vance, pemerintah AS meyakini ada pihak-pihak tertentu di lingkungan pemerintahan Israel yang berusaha membentuk persepsi publik demi mempertahankan eskalasi konflik dengan Iran dalam jangka panjang.
 
  Baca juga:  Iran Balas Menyerang, Pangkalan Militer AS Jadi Target

"Ada segelintir orang di sistem pemerintahan Israel yang kami yakini sedang mencoba memengaruhi opini publik Amerika agar perang dengan Iran berlangsung tanpa batas waktu," ujar Vance.

Meski demikian, Vance menegaskan Presiden Donald Trump tetap akan mengambil keputusan berdasarkan kepentingan nasional Amerika Serikat. Ia menyebut Trump tetap berkomitmen mencegah Iran memiliki senjata nuklir, terlepas dari tekanan ataupun pengaruh pihak lain.

Di sisi lain, laporan Al-Monitor yang mengutip sumber keamanan Israel menyebutkan Tel Aviv mulai mengkhawatirkan perubahan prioritas Washington. Pemerintahan Trump disebut lebih memusatkan perhatian pada keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz dibandingkan upaya melumpuhkan program nuklir Iran.

Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Sejak 8 Juli, militer Amerika Serikat telah melancarkan sejumlah serangan terhadap sasaran di Iran. Pusat Komando AS (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, sehingga memperbesar risiko meluasnya konflik regional.

Sebelumnya, pada Ahad (13/7), pemerintah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga intervensi militer Amerika Serikat di kawasan dihentikan. Kebijakan itu diambil setelah kedua negara saling melancarkan serangan.

Pada hari yang sama, Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan bertindak sebagai "penjaga" Selat Hormuz dan melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai bagian dari strategi menghadapi Teheran.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Persidangan, Kubu Dokter Tifa Singgung soal BAP yang Tak Kunjung Diberikan: Ada Apa Ini?
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Bak Marketing S2, FIFA Berencana Jual Rumput Stadion Final Piala Dunia 2026 Mendatang Sebagai Souvenir Resmi
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Jaksa tuntut tujuh tahun penjara pembakaran rumah hakim PN Medan
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Begini Tanggapan BYD Soal Copotnya Motor Listrik di BYD Tang
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Menilik Makna di Balik Meme "Timpa Teks" Khariq Anhar yang Dicap Hoaks dan Provokasi
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.