Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan proyek waste to energy (WtE) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) yang tengah dikembangkan pemerintah berpotensi menjadi proyek terbesar di dunia secara akumulatif.
Pandu mengatakan antusiasme investor terhadap proyek WtE sangat tinggi. Saat ini, proses menuju financial close untuk proyek yang telah memperoleh Power Purchase Agreement (PPA) dari PT PLN (Persero) terus berjalan.
"Private sector untuk pada masuk ya tentu mereka melakukan proyek cari untung dan kita juga enggak papa mereka cari untung asal mereka bisa membuat solusi yang pas untuk lingkungan di mana mereka akan hadir. Jadi kalau dari sisi financing memang sekarang untuk update juga untuk program yang sudah mendapatkan power purchase agreement dari PLN itu juga sedang financial close," ucap Pandu pada agenda Waste to Energy Talks di Jakarta, Kamis (16/7).
Menurutnya, minat pendanaan datang dari berbagai kalangan, tak hanya perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), tetapi juga investor luar negeri hingga lembaga keuangan non-Himbara.
"Alhamdulillah banyak sekali interest baik dari luar negeri dan juga dari dalam negeri dan ini malah banyak juga non-bank Himbara yang ingin masuk dan ini ya bagus artinya kan semua partisipan semangat masuk ke proyek ini," ujarnya.
Pandu menilai besarnya minat tersebut tidak lepas dari skala proyek WtE Indonesia yang disebut sebagai yang terbesar di dunia.
"Jadi mungkin juga buat bapak-bapak dan ibu yang hadir proyek ini secara akumulatif memang proyek waste to energy terbesar di dunia, ini semua berlomba-lomba untuk hadir ke sini," kata Pandu.
Meski demikian, Danantara memastikan proses pemilihan mitra tetap dilakukan secara terbuka dan kompetitif. Hal itu dilakukan agar pemerintah tidak bergantung pada satu negara maupun satu kelompok pendana.
"Karena satu risk yang ada adalah kita terlalu tergantung pada satu negara, satu tipe bank, satu tipe bank ada bank internasional, bank non-Himbara sama bank Himbara. Kita gak bisa terlalu tergantung pada siapa pun jenis," lanjut Pandu.
Selain memastikan pendanaan, Danantara juga mempercepat pelaksanaan proyek WtE tahap kedua. Pandu mengatakan proses seleksi mitra utama untuk delapan lokasi baru kini memasuki tahap akhir.
"Kita harap Q3, Q4 ini sudah selesai dan secara paralel kita juga melakukan tahap kedua nih yang selanjutnya termasuk Jakarta tadi yang disebut oleh Pak Menko [pangan]," tuturnya.
Pandu melanjutkan, usai proses financial close rampung, Danantara menargetkan pembangunan fisik (groundbreaking) bisa dimulai pada akhir kuartal III atau awal kuartal IV tahun ini.
"Ya ini tentu dari sisi proses akan sama mirip dengan tahap pertama. Jadi kita juga harap nanti akan ada groundbreaking insya Allah akhir Q3 atau awal Q4," ungkapnya.





