Pengaruh band-band besar tersebut menjadi salah satu fondasi JUKE dalam menemukan identitas musikalnya. Meski terinspirasi dari musik era 2000-an, JUKE berusaha menghadirkan sentuhan yang lebih segar agar lagu-lagunya tetap relevan dengan pendengar saat ini.
"Kami memang terinspirasi dari band-band pop Indonesia era 2000-an seperti Peterpan, NOAH, Ungu, Gigi, hingga D'Masiv. Jadi kami dapat kemistrinya di musik era 2000an," kata Jue.
Perjalanan JUKE hingga akhirnya melahirkan EP perdana terbilang panjang. Nama band tersebut pertama kali muncul pada 2011 dari sebuah kontrakan sederhana di kawasan Pondok Gede, Jakarta.
Saat itu, sang vokalis, Jue, bersama sahabatnya, Kris, tengah menjalani proses rekaman di studio milik teman mereka yang bernama Tegi. Dari tempat sederhana tersebut, nama JUKE lahir dan kemudian menjadi awal perjalanan mereka di industri musik.
Baca Juga :
Barasuara Kembali lewat "Sementara", Lagu tentang Berdamai dengan KegagalanJUKE secara resmi terbentuk pada 2012 dengan format awal sebagai proyek duo. Seiring berjalannya waktu, proyek tersebut berkembang menjadi sebuah band pada 2018 dan mengalami sejumlah perubahan personel.
Proses panjang mencari karakter musik dan chemistry antarpersonel akhirnya membawa JUKE pada formasi yang terdiri dari Jue, Wahyu, Adi, Rijal, Fatar, dan Yani. Formasi tersebut mulai solid pada 2025 dan menjadi kekuatan di balik lahirnya EP Inikah Cinta.
Melalui EP perdana ini, JUKE membawa tema-tema yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Kisah cinta, kehilangan, keluarga, perpisahan, hingga harapan menjadi benang merah dalam lagu-lagu yang mereka hadirkan.
"Sebagian besar cerita dalam EP Inikah Cinta berangkat dari pengalaman pribadi Jue. Pengalaman tersebut kemudian diterjemahkan menjadi lirik sederhana dan emosional dengan harapan dapat lebih mudah diterima serta dirasakan oleh pendengar," katanya.
Lagu "Inikah Cinta" dipilih menjadi salah satu karya utama dalam EP tersebut. Lagu ini mengangkat cerita tentang seorang pria yang jatuh hati kepada perempuan yang ditemuinya di sebuah persimpangan jalan.
Selain "Inikah Cinta", JUKE menghadirkan lagu "Saat-Saat Bersamamu" yang membawa cerita lebih personal tentang keluarga. Lagu tersebut menggambarkan perjuangan seorang ayah membesarkan anaknya seorang diri setelah rumah tangganya mengalami kehancuran.
Baca Juga :
Vokalis Efek Rumah Kaca hingga Noh Salleh Kolaborasi di Lagu untuk PalestinaCerita berbeda hadir melalui "Waktu Berlalu" yang berbicara tentang kerinduan terhadap cinta pertama yang pergi tanpa kabar. Sementara "Pergilah" menggambarkan keputusan mengakhiri hubungan ketika dua orang sudah tidak lagi menemukan tujuan dan kenyamanan bersama. Perjalanan emosional dalam EP tersebut juga dilengkapi melalui lagu "Hijrah" dan "Cerita Kita".
Dibandingkan dengan karya-karya JUKE sebelumnya, EP Inikah Cinta hadir melalui pendekatan musik yang lebih sederhana. Aransemen dan lirik dibuat tidak terlalu rumit sehingga pesan dari setiap lagu dapat lebih mudah ditangkap oleh pendengar.
"Setiap lagu memiliki kisah berbeda, tetapi tetap berada dalam satu benang merah mengenai perjalanan manusia menghadapi cinta dan berbagai perubahan dalam kehidupan," ujarnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)





