Proyek bernilai ratusan triliun rupiah ini diproyeksikan menjadi salah satu penopang ketahanan energi nasional sekaligus motor pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Groundbreaking dipimpin langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Sementara Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan secara virtual. Blok Masela Akhirnya Bergerak Setelah Puluhan Tahun Tertunda Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam sambutannya mengatakan proyek LNG Abadi Masela merupakan salah satu proyek strategis yang akan memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menjadi penggerak pembangunan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
"Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai. Setelah akhirnya sudah ada keputusan dan kajian, saya minta kepada Inpex untuk segera jalan. Sekarang alhamdulillah sudah berjalan dan tahun 2027 sudah masuk tahap konstruksi," kata Bahlil dilansir Antara, Kamis, 16 Juli 2026.
Baca juga: Produksi LNG Blok Masela Berpotensi Kurangi Emisi CO2 Hingga 25%
Bahlil menjelaskan proyek LNG Abadi Masela memiliki nilai investasi sekitar USD21 miliar atau setara sekitar Rp342 triliun, termasuk tambahan investasi sebesar USD1 miliar untuk penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Target Produksi LNG, Kondensat, dan Gas Pipa Proyek tersebut dirancang memproduksi gas alam cair (LNG) sebesar 9,5 juta ton per tahun, kondensat sekitar 35 ribu barel per hari, serta gas pipa mencapai 150 juta kaki kubik per hari.
Ia menegaskan pemerintah menetapkan sebagian besar produksi gas dari Blok Masela diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
"Nanti gasnya 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40 persen maksimal untuk kami melakukan ekspor," katanya lagi.
Bahlil mengatakan proyek tersebut juga akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, serta tumbuhnya berbagai peluang usaha bagi masyarakat di Maluku.
"Proyek ini menciptakan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12 ribu tenaga kerja pada masa konstruksi," ujarnya pula.
Seperti diketahui, proyek LNG Abadi Wilayah Kerja Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional sektor energi yang dioperasikan oleh INPEX Masela Ltd, anak perusahaan INPEX Corporation.
Lapangan Abadi berada di Laut Arafura, sekitar 750 kilometer di selatan Kota Ambon dan sekitar 12 mil dari pulau terdekat. Lapangan tersebut berada pada kedalaman laut sekitar 400 hingga 800 meter dengan seluruh wilayah kerja berada di perairan Indonesia yang berbatasan dengan Australia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)





