BPH Migas Janji Antrean BBM di SPBU Sumatra Tuntas 1-2 Hari

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menargetkan antrean BBM bersubsidi di sejumlah daerah seperti Sumatra dapat terurai dalam satu hingga dua hari ke depan.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan bahwa kondisi tersebut dipicu lonjakan permintaan akibat peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi, serta aksi pembelian berlebihan (panic buying).

Menurut Wahyudi, pihaknya bersama PT Pertamina Patra Niaga terus melakukan normalisasi distribusi agar pasokan di seluruh SPBU kembali lancar.

"Kami terus berjuang keras untuk normalisasi, dan paling lama satu sampai dua hari ke depan, insyaallah semua akan terurai dan cukup lancar kembali," katanya dalam konferensi pers usai rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Kamis (17/7/2026).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa kenaikan konsumsi BBM bersubsidi di sejumlah daerah mencapai sekitar 10% hingga 15% dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat distribusi harus dipercepat agar mampu memenuhi lonjakan permintaan masyarakat. BPH Migas juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena stok nasional dipastikan masih mencukupi.

Baca Juga

  • BBM Langka di Sumatra, ESDM Minta Pertamina dan BPH Migas Cek ke Lapangan
  • Kadin Sumut Minta Pertamina Percepat Normalisasi Distribusi BBM
  • Geger Isu BBM Langka, Pertamina Klaim SPBU Medan Beroperasi Normal

"Kami mengharap dan mengimbau belilah BBM sesuai kebutuhan harian yang bijak dan wajar," tutur Wahyudi.

Sementara itu, Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya meminta Pertamina Patra Niaga segera mengoptimalkan pelayanan distribusi agar antrean di SPBU dapat segera teratasi.

Menurut Bambang, hasil rapat dengan BPH Migas dan Pertamina menunjukkan stok BBM nasional dalam kondisi mencukupi. Antrean yang terjadi lebih dipengaruhi oleh pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi serta dugaan penyalahgunaan BBM subsidi oleh pihak tertentu.

"Kami berharap tidak terjadi panic buying. Stok BBM kita cukup, tidak ada masalah," tutur Bambang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Langkah MSIG Life (LIFE) usai Masuk dalam Daftar Saham Terkonsentrasi (HSC)
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Pakai Jas Hitam, Roy Suryo Kembali Jalani Sidang Praperadilan di PN Jaksel
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Ford Rilis Empat Model Terbaru, Tawarkan Performa Mesin V6 Turbo Diesel
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Wall Street Ditutup Lebih Tinggi Didukung Sejumlah Sentimen Positif
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Besok, Don Ritto hingga Tumpukan Emas Diserahkan ke Kejagung
• 15 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.