AS Perluas Serangan hingga Dekat Teheran, Tembak Kapal yang Diduga Terobos Blokade

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Tiga anak laki-laki bermain di perairan dangkal Selat Hormuz, sementara kepulan asap membubung dari sebuah ledakan di latar belakang, di lepas pantai Bandar Abbas, Iran, Senin, 13 Juli 2026. (Sumber: Razieh Poudat/ISNA via AP)

DUBAI, KOMPAS.TV - Amerika Serikat (AS) memperluas serangan militernya ke wilayah utara Iran dan kawasan sekitar Teheran pada Kamis (16/7/2026). 

Dalam perkembangan terbaru, militer AS juga menembaki sebuah kapal tanker yang diduga mencoba menerobos blokade menuju terminal ekspor minyak utama Iran di Teluk Persia.

Eskalasi ini terjadi hanya sehari setelah Washington memberlakukan kembali blokade terhadap Iran di Selat Hormuz. 

Iran pun membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah negara sekutu AS di kawasan serta memperingatkan bahwa serangannya dapat meningkat jika konflik terus meluas.

Baca Juga: Iran Balas Serangan AS, Luncurkan Rudal dan Drone Pangkalan Militer Amerika di Timur Tengah

Dilansir dari Associated Press, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan serangan terbaru menyasar sejumlah target di sekitar Teheran untuk pertama kalinya dalam putaran konflik kali ini. 

Media pemerintah Iran juga melaporkan serangan menghantam Provinsi Semnan yang menjadi lokasi fasilitas produksi rudal balistik dan program antariksa negara tersebut.

Selain itu, serangan juga dilaporkan terjadi di Provinsi Hamedan, Hormozgan, Khuzestan, Lorestan, Markazi, hingga Sistan dan Baluchestan.

Sehari sebelumnya, militer AS menyerang Pulau Greater Tunb di Selat Hormuz yang menjadi lokasi pertahanan dan fasilitas rudal Iran. 

Washington menyebut operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan militer Teheran di jalur pelayaran strategis itu.

Dalam insiden lain, militer AS melepaskan tembakan ke kapal tanker berbendera Curacao Belma yang berlayar menuju Pulau Kharg, terminal ekspor minyak terbesar Iran di Teluk Persia.

Menurut militer AS, kapal tersebut mengabaikan sejumlah peringatan untuk berhenti. 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Associated Press

Tag
  • AS
  • Amerika Serikat
  • Iran
  • Donald Trump
  • Selat Hormuz
  • Teheran
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
15 Saham Paling Sering Diperdagangkan Juni 2026, TPIA hingga BRMS, Simak Daftar Emitennya
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Legislator Keluhkan Jalan Rusak di Kaltara, Mendagri: Saya Forward ke Menteri PU
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Mikroplastik Sudah Mencemari Laut Dalam, Bahkan di Ekosistem Paling Terpencil
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Harga Pangan Kamis: Cabai Rawit Rp58 Ribu per Kg, Telur Ayam Ras Rp29 Ribu
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sidang Ijazah Jokowi di PTUN, Kubu Bonjowi Hadirkan Saksi Ahli Maruarar Siahaan
• 10 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.