BANYUWANGI, iNews.id – Fenomena alam langka berupa embun salju atau frozen terjadi di kawasan Gunung Ijen pada Kamis (16/7/2026) pagi. Meskipun kejadian ini relatif jarang dan sangat sulit diprediksi, kemunculan butiran kristal es tersebut menghebohkan masyarakat hingga viral di berbagai platform media sosial.
Berdasarkan video dan foto amatir yang beredar luas, tampak sejumlah tanaman dan rerumputan di kawasan wisata tersebut dihiasi oleh butiran lembut berwarna putih menyerupai es. Fenomena eksotis ini terlihat sangat jelas pada pagi hari, sesaat sebelum sinar matahari memancarkan cahayanya secara utuh.
Penurunan suhu udara yang drastis selama beberapa hari terakhir di kawasan Ijen menjadi pemicu utama terbentuknya lapisan tipis mirip salju yang menyelimuti vegetasi di dataran tinggi tersebut.
Warga setempat melaporkan bahwa cuaca di sejumlah titik di kawasan Ijen terasa jauh lebih menusuk tulang dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan pengamatan cuaca di lapangan, suhu udara rata-rata bergerak di angka ekstrem untuk ukuran wilayah tropis.
Tidak Merusak Komoditas SayurBaca Juga:Tahun Baru 1 Muharram 1448 H, MUI Ajak Generasi Muda Teladani RasulullahKendati suhu udara turun drastis hingga membekukan embun pagi, para petani di kawasan lereng Ijen bisa sedikit bernapas lega. Fenomena es yang menempel di dedaunan ini dilaporkan tidak membawa dampak kerusakan yang signifikan bagi komoditas pertanian setempat.
Sejauh ini, tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh warga sekitar—seperti kubis, wortel, maupun kentang terpantau masih dalam kondisi aman dan tidak mengalami pembusukan akibat cuaca dingin.
Karena sifatnya yang tidak bisa diprediksi secara pasti, pihak pengelola kawasan dan instansi terkait mengaku tidak memiliki persiapan khusus untuk mengantisipasi fenomena musiman ini. Namun, para wisatawan yang hendak berkunjung ke Kawah Ijen diimbau untuk menyiapkan pakaian hangat ekstra, jaket tebal, dan perlengkapan pelindung dingin lainnya demi menjaga kondisi fisik.
#jatim




