Sambut Hari Anak Nasional 2026, Pertunjukan Teater Fantasy Land Ajak Anak Berkebutuhan Khusus

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com — Sebagian besar pertunjukan teater anak dirancang untuk menghadirkan hiburan. Namun, belum banyak yang sejak awal memikirkan bagaimana anak-anak dengan kebutuhan khusus dapat menikmati pengalaman yang sama tanpa merasa menjadi penonton yang "berbeda".

Gagasan itulah yang melatarbelakangi lahirnya Fantasy Land, pertunjukan teater produksi Regina Art yang akan dipentaskan dalam rangka Hari Anak Nasional 2026. 

Berkolaborasi dengan Indonesia Kaya, pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, dan dapat disaksikan masyarakat secara gratis melalui registrasi.

Tak hanya cerita yang menjadi perhatian penyelenggara, tata suara, pencahayaan, hingga suasana ruang pertunjukan turut disesuaikan agar lebih ramah bagi anak-anak, termasuk penyandang autisme.

Bahkan, apabila ada anak yang spontan naik ke atas panggung, para pemain telah dipersiapkan untuk merespons dan berkomunikasi tanpa mengganggu jalannya pementasan.

Pendiri Regina Art sekaligus penulis dan produser Fantasy Land, Joane Win, mengatakan gagasan tersebut lahir dari pengalaman melihat masih terbatasnya ruang seni yang benar-benar terbuka bagi anak berkebutuhan khusus.

"Saya merasa pertunjukan di Indonesia masih belum banyak yang ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus, padahal mereka membeli tiket yang sama. Itu yang mendorong kami membuka ruang pertunjukan yang lebih inklusif," kata Joane dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/7).

Menurut Joane, setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam berkomunikasi maupun mengekspresikan dirinya. Karena itu, pengalaman menikmati seni semestinya tidak dibatasi oleh cara seseorang berinteraksi.

"Kami ingin menunjukkan tentang persahabatan sejati tanpa terhalang komunikasi. Setiap individu memiliki cara mengekspresikan diri yang berbeda. Mereka bebas menikmati pertunjukan," ujarnya.

Pesan itu menjadi benang merah cerita Fantasy Land. Persahabatan tidak digambarkan sekadar hubungan antarteman, tetapi juga penerimaan terhadap mereka yang memiliki cara berpikir, berbicara, atau bereaksi yang berbeda.

Sutradara Kemal Ferdiansyah memilih mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak dan orang tua.

"Yang kami angkat sebenarnya sederhana, bagaimana perilaku anak-anak dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana orang tua memandang mereka," kata Kemal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaga Iklim Investasi, Prabowo: Kita Butuh Uang untuk Layanan Kesehatan hingga Gaji Guru
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Reses Malam Wakil Ketua DPRD Wajo Andi Merly di Desa Bila Didominasi Emak-emak
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Ekonomi China Mulai Goyang, Awas IHSG-Rupiah Terancam Ikut Terguncang!
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Raup Dana Kelolaan Rp42,6 Triliun, Sucor AM Fokus Dorong Industri Investasi Nasional
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Manfaatkan Teknologi AI untuk Bangun Kemandirian Penyandang Disabilitas
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.