JAKARTA, KOMPAS.TV - Pindah kewarganegaraan merupakan fenomena lumrah dalam jagat sepak bola. Namun, tampil dalam dua laga final Piala Dunia berturut-turut dengan mengenakan seragam dua negara yang berbeda adalah sebuah anomali sejarah yang hanya mampu diukir oleh satu nama: Luis Monti.
Gelandang bertahan tangguh yang dijuluki Doble Ancho (Si Kekar) ini menorehkan rekor super langka yang mustahil direplikasi dalam era sepak bola modern.
Dia memimpin lini tengah Argentina pada final Piala Dunia 1930, lalu berdiri membela panji Italia pada final Piala Dunia 1934.
Tragedi Final 1930: Teror Kematian dari Suporter UruguaySaga pemain bernama lengkap Luis Felipe Monti bermula pada edisi perdana Piala Dunia tahun 1930 di Uruguay. Bermain untuk tanah kelahirannya, Argentina, Monti merupakan jangkar permainan terbaik di dunia kala itu.
Performa impresifnya di babak semifinal berhasil mengantarkan skuad Albiceleste ke partai puncak untuk menantang sang tuan rumah, Uruguay.
Baca Juga: Lionel Messi ke Final Piala Dunia untuk Kali Ketiga: Gila Rasanya!
Namun, atmosfer kompetisi seketika berubah mencekam pada malam sebelum laga final digelar. Monti beserta keluarganya menerima ancaman pembunuhan dari oknum pendukung tuan rumah apabila Argentina keluar sebagai juara.
Di bawah tekanan psikologis yang destruktif tersebut, Monti terpaksa turun ke lapangan dengan diselimuti rasa takut yang hebat. Argentina akhirnya takluk dengan skor 2-4. Monti memang pulang dengan selamat, namun dia membawa trauma psikologis yang mendalam.
"Di babak pertama, ketika Argentina unggul 2-1, mereka mengatakan, jika Argentina tidak kalah, mereka akan membunuh nenek dan bibi saya," kata cucu Luis, Lorena Monti dikutip dari FIFA Museum.
Final 1934: Di Bawah Bayang-Bayang Ancaman Benito MussoliniDua tahun pasca-tragedi di Montevideo, Monti memutuskan hijrah ke Eropa untuk memperkuat klub raksasa Italia, Juventus.
Memiliki garis keturunan Italia (Oriundi) membuatnya segera dilirik oleh rezim fasis pimpinan Benito Mussolini. Dia dinaturalisasi demi memenuhi ambisi besar sang diktator untuk memenangkan Piala Dunia 1934 yang digelar di Italia.
Baca Juga: Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: Messi Hadapi Yamal yang Pernah Dimandikannya
Penulis : Gilang Romadhan Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV?FIFA Museum
- Luis Monti
- Luis Felipe Monti
- rekor piala dunia
- luis monti final piala dunia
- pemain bela negara berbeda di final piala dunia
- Argentina





