PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mengembangkan Terminal Khusus (Tersus) perusahaan dengan konsep Green and Smart Port. Tujuannya guna meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat digitalisasi, sekaligus mendukung upaya dekarbonisasi di sektor logistik.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan, pengembangan terminal khusus telah mengacu pada konsep Green Port sejak 2018 melalui berbagai langkah strategis untuk mendukung transisi energi dan mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas operasional pelabuhan.
Salah satu fokus utama perusahaan adalah pemanfaatan energi terbarukan di area terminal khusus sekaligus membangun ekosistem energi bersih di kawasan operasional. Selain itu, Pupuk Kaltim juga memperkuat pengelolaan lingkungan melalui program konservasi dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Saat ini, perusahaan mengembangkan kawasan konservasi rusa sambar, menjalankan program pelestarian terumbu karang, serta menjaga keberadaan flora endemik Anggrek Hitam yang menjadi ikon konservasi perusahaan. Area operasional pelabuhan juga dilengkapi ruang terbuka hijau sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar kawasan industri.
"Inisiatif ini juga bagian dari dukungan terhadap program direktif Presiden RI Prabowo Subianto melalui Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dalam memperkuat daya saing logistik nasional, khususnya di sektor pangan," ujar Rafli.
Di sisi lain, Pupuk Kaltim juga mengembangkan konsep Smart Port melalui digitalisasi proses bisnis dan pemanfaatan teknologi informasi secara menyeluruh.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah iPortlog, aplikasi yang mengintegrasikan berbagai layanan operasional pelabuhan. Melalui aplikasi tersebut, seluruh proses pelayanan kapal dapat dipantau secara real time, mulai dari aktivitas bongkar muat, pemanfaatan fasilitas pelabuhan, hingga berbagai indikator kinerja operasional dan pengapalan.
Dashboard monitoring yang terintegrasi juga memungkinkan manajemen memperoleh data operasional secara cepat dan akurat sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih efektif sekaligus meningkatkan koordinasi antarunit kerja.
"Melalui integrasi sistem seperti iPortlog, kami mampu meningkatkan efisiensi pelayanan kapal, mempercepat proses bisnis, sekaligus memastikan seluruh aktivitas operasional berlangsung dengan lebih transparan," kata Rafli.
Ia menegaskan, transformasi tersebut tetap menempatkan aspek keselamatan dan keamanan sebagai prioritas utama. Pupuk Kaltim secara konsisten menerapkan standar keselamatan internasional, pengelolaan risiko yang sistematis, latihan tanggap darurat secara berkala, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar seluruh aktivitas pelabuhan berjalan aman dan andal.
"Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus mempercepat transformasi Green and Smart Port guna mendukung efisiensi operasional, dekarbonisasi, dan digitalisasi. Kami memastikan Terminal Khusus Pupuk Kaltim tidak hanya menjadi pelabuhan kelas dunia, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan daya saing logistik nasional dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan," tambahnya.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 menjadi tonggak penting transformasi pelabuhan nasional menuju sistem logistik yang lebih ramah lingkungan, modern, dan berkelanjutan. Pemerintah juga mendorong implementasi Gerakan ASRI diterapkan tidak hanya di sektor pelabuhan, tetapi juga seluruh moda transportasi.
"Apa yang kita lakukan hari ini merupakan salah satu milestone sangat penting dan kami harap pelabuhan lain dapat segera mengikuti Gerakan ASRI. Sejalan dengan arahan Bapak Presiden, implementasi gerakan ini ke depan tidak hanya mencakup sektor transportasi laut, tetapi juga berbagai moda transportasi lainnya," ujar Dudy.
Senada, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai pelabuhan memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem logistik pangan nasional. Menurutnya, transformasi pelabuhan menjadi lebih modern dan efisien akan mendukung kelancaran distribusi pupuk serta menjaga ketahanan pangan nasional.
"Dari upaya ini, pelabuhan tidak hanya menjadi infrastruktur logistik, tetapi juga pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan. Pelabuhan turut menentukan kelancaran pasokan, menekan disparitas harga, serta menjaga stabilitas pangan," kata Zulkifli.





