AS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh China mendapatkan akses ke data pemilih AS. Akses tersebut diperoleh China ke sejumlah besar informasi tentang pemilih AS secara ilegal.
“Informasi itu mencakup nama, alamat, nomor telepon, preferensi partai politik, dan data sensitif lainnya yang dibutuhkan untuk mendaftar sebagai pemilih dan terlibat dalam aktivitas jahat lainnya. Dan itulah yang sebenarnya terjadi,” kata Trump, melansir Aljazeera, Jumat (17/7/2026).
“Malam ini, saya mengumumkan deklasifikasi dan rilis segera informasi intelijen penting, yang mengungkap kerentanan mengejutkan dalam infrastruktur pemilihan kita,” kata Trump.
Ia menekankan, bukti tersebut menunjukkan bahwa sistem pemilihan yang dimiliki AS sangat rentan terhadap peretasan, eksploitasi, dan campur tangan asing.
“Yang lebih mengkhawatirkan lagi, informasi penting ini telah ditutupi dan disembunyikan dari Anda selama bertahun-tahun,” ujarnya.
(Arief Setyadi )




